Pada masa lampau, pinisi berfungsi sebagai kapal dagang antar pulau, bahkan antar negara. Kapal ini melintasi lautan membawa rempah, kain, dan barang-barang dagangan lainnya.
Para pelaut yang mengendarainya dikenal gagah berani, tangguh menghadapi badai, dan hafal arah angin. Tanpa bantuan kompas modern, mereka mengandalkan bintang dan arah angin sebagai penunjuk jalan.
Kini, seiring perkembangan zaman, fungsi pinisi mulai bergeser. Tak lagi hanya sebagai alat transportasi laut atau perdagangan, pinisi kini menjadi ikon wisata bahari yang menarik perhatian dunia. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!