Sedangkan ajian yang dimiliki oleh Raden Boma Narakasura adalah Pancasonya Bumi. Pasalnya, ia hanya dinaungi oleh elemen bumi. Artinya, ia masih bisa hidup asalkan menyentuh bumi atau tanah.
Karena kedahsyatannya, ajian ini sangat didambakan oleh banyak tokoh pewayangan. Namun, ajian ini memiliki kelemahan alias pengapesan.
Jadi, kelemahan ajian ini akan terlihat saat pemiliknya berhadapan dengan tokoh-tokoh titisan dari Dewa Wisnu. Dalam pakem Ramayana, Resi Subali dan Rahwana dapat dilumpuhkan oleh Prabu Sri Rama.
Sedangkan Raden Boma justru dikalahkan oleh ayahnya sendiri, yakni Sri Kresna yang merupakan titisan Dewa Wisnu.
Ajian ini memang bisa memberikan keselamatan kepada pemiliknya, tetapi yang penting dipahami adalah takdir manusia tidak dapat disangkal atau dimanipulasi apalagi kematian.
Satu hal lagi, banyak yang salah kaprah dalam penyebutan atau penulisan ajian ini menjadi "Pancasona". Yang betul adalah "Pancasonya", sebagaimana dijelaskan di awal artikel.
"Sonya" artinya suwung atau kosong. Sedangkan, "sona" artinya adalah hewan berkaki empat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Apa Arti Kelir dalam Wayang Kulit? Salah Satu Media Utama yang Tidak Boleh Terlewat dalam Pementasan Wayang
Kenapa Pentas Wayang Kulit Sering Dimainkan Malam Hari? Ada Pesan Penting dari Sunan Kalijaga
5 Tokoh Wayang Kulit Populer dan Dampaknya di Kehidupan Nyata, Bikin Hidup Makin Bijak
Kisah Tragis Buto Cakil, Karakter Wayang Kulit Asli Jawa yang Selalu Mati Konyol, Ternyata Anak Hasil Perbuatan Bejat Arjuna
Dihormati tapi Juga Dibenci, Misteri Ksatria Wayang Kulit Berwujud Raksasa, Kutukan akibat Perbuatan Ayahnya?