“Hal ini sudah dijelaskan Zainul Milal Bizawie dalam buku Jejaring Ulama Diponegoro,” jelasnya. Khusus di Nganjuk, contohnya, jejaring salah satu cucu Pangeran Diponegoro ada di Desa Petak Bagor dengan tokoh Mbah Karimun. Sedangkan di Pesantren Miftahul Ula Nglawak Kertosono dengan sosok KH. Abdul Fattah Jalalain.
Pasca hijrah ke berbagai wilayah di Jawa Timur, strategi yang digunakan melawan Belanda juga berubah. Dari perjuangan bersenjata ke perjuangan pencerahan masyarakat di bidang pendidikan. “Perubahan ini sebagai suatu kewajaran, terlebih mayoritas sebagian besar pendukung Pangeran Diponegoro adalah kaum santri,” pungkasnya.
Apresiasi makin banyaknya tulisan tentang sosok pendakwah Islam di Nganjuk masa lalu diberikan Dr Juni Iswanto, ketua Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) PCNU Nganjuk.
“Karena Nganjuk kaya akan sejarah yang belum tergali dan diteliti terutama tokoh-tokoh pejuang Islam dan kemerdekaan yang belum banyak dipublish,” ujarnya.
Kajian tentang peran Mbah Canthing di Nganjuk, lanjutnya, juga sudah dipresentasikan dalam Lokakarya lnternasional Penelitian lslam Nusantara di Universitas Yudharta Pasuruan tahun 2019.
"Semoga ke depan makin banyak penelitian tentang peran tokoh-tokoh lslam di Kota Angin yang dibukukan, sehingga generasi penerus bangsa banyak mengerti dan memahami peran para tokoh dalam penyebaran agama Islam,” harapnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Heboh! Tubagus Joddy Mendadak Muncul, Ziarah ke Makam Vanessa Angel dan Tulis Pesan Menyentuh
Tiba-Tiba Bersimpuh di Makam Vanessa Angel, Tubagus Joddy Diduga Sudah Bebas? Netizen: Mungkin...
Makam Keramat Panglima Kesultanan Mataram di Tuban, Punya Kisah Legendaris Namun Kini Kondisinya Memperihatinkan
Inilah Situs Sitinggil Peninggalan Era Megalitikum yang Berlokasi di Tengah Hutan dan Makam, Konon Katanya Tempat Bermain...
Ragam Relief Pada Candi Simping yang Dikenal Sebagai Situs Kuno Era Majapahit, Konon Digunakan Sebagai Makam Raden Wijaya