Kamis, 4 Juni 2026

7 Oktober Merupakan Hari Bersejarah Bagi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Ada Hubungannya dengan Perjanjian Giyanti?

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Senin, 7 Oktober 2024 | 18:45 WIB
Ilustrasi Sultan Hamengkubuwono I  (kratonjogja.id )
Ilustrasi Sultan Hamengkubuwono I (kratonjogja.id )

SketsaNusantara.id - Hari ini, Senin 7 Oktober 2024 merupakan hari penting bagi sejarah kesultanan Yogyakarta.

Pada tanggal 7 Oktober 1756, Sultan Hamengkubuwono I resmi pindah ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat setelah kesepakatan yang dicapai dalam Perjanjian Giyanti

Perjanjian Giyanti merupakan titik penting dalam sejarah Yogyakarta, di mana Pangeran Mangkubumi, yang kemudian dikenal sebagai Sultan Hamengkubuwono I diakui sebagai raja.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih, Motif Batik dari Yogyakarta Ini Ternyata untuk Upacara Kematian! Ini Arti dan Maknanya

Perpindahan ini juga menandai awal dari pembentukan Keraton Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan dan budaya di wilayah tersebut.

Sultan Hamengkubuwono I dan keluarganya memasuki keraton dengan diiringi oleh para pengikutnya, menandakan dimulainya era baru dalam sejarah Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. 

Proses ini tidak hanya melibatkan aspek politik, tetapi juga sosial dan budaya, yang berkontribusi pada perkembangan identitas Yogyakarta sebagai sebuah kerajaan yang berpengaruh di Indonesia.

Baca Juga: Dorong Ekosistem Digital yang Inklusif dan Kompetitif, Kemenparekraf Gelar Baparekraf Developer Day 2024 di Yogyakarta

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman kratonjogja.id, pada 23 September 1754, Hamengkubuwono I saat itu masih berstatus sebagai Pangeran Mangkubumi melakukan pertemuan dengan Hartingh dari VOC.

Dari pertemuan itu kemudian terjadi kesepakatan rancangan awal yang disebut sebagai Palihan Nagari yang kemudian disampaikan pada Pakubuwono lll dan baru disepakati pada 4 November 1754.

Butir kesepakatan kemudian tertuang dalam naskah perjanjian Giyanti yang baru ditandatangani pada 13 februari 1755.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih, Motif Batik dari Yogyakarta Ini Ternyata untuk Upacara Kematian! Ini Arti dan Maknanya

Disinilah yang kemudian menjadi babak awal Kasultanan Yogyakarta dimulai dimana Pangeran Mangkubumi kemudian pada Kamis Pon, 13 Maret 1755 dinobatkan sebagai raja pertama Ngayogyakarta Hadiningrat dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Dalam perjanjian Giyanti wilayah Mataram dibagi menjadi 2 yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kratonjogja.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X