SketsaNusantara.id- Candi Klodangan adalah salah satu situs kuno yang saat ini berupa bangunan dengan susunan balok-balok batuan putih (tuff).
Lokasi Candi Klodangan ini berads di Dusun Klodangan, Desa Sendangtirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta.
Menariknya, letak Candi Klodangan ini berdiri di kompleks pertengahan persawahan dan tersembunyi dari jalan, serta di bagian belakang perkampungan.
Pendirian situs kuno tersebut diperkirakan dari abad ke-9 atau ke-10 Masehi yang artinya pada masa kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno dan kemungkinan ditinggalkan sebelum candi selesai dibangun.
Selain itu ada dugaan lain bahwa Candi Klodangan belum selesai dibangun karena terkena bencana erupsi Gunung Merapi, sehingga terpaksa ditinggalkan.
Sekarang yang tersisa dari Candi Klodangan ini adalah pondasi dan dinding bawah yang memiliki berbentuk bujur sangkar.
Ada tumpukan batu yang bentuknya tidak terlalu jelas pada bagian utara serta selatan.
Pada awal ditemukannya situs kuno tersebut, posisi bangunan berada di bawah permukaan tanah sekitar 1,2 meter.
Banyak hal yang membuat Candi Klodangan menyisakan misteri dan tanda tanya karena belum dapat diidentifikasi secara jelas yang dikutip SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.
Salah satunya adalah corak Candi Klodangan yang hingga sekarang belum dapat diketahui, entah sebagai candi Buddha atau candi Hindu.
Bahkan, tidak ada tanda-tanda ditemukannya pendukung candi yang mendukung seperti relief, arca, ataupun prasasti.
Artikel Terkait
Dibangun pada Abad Ke-14 di Masa Kerajaan Majapahit, Inilah Candi Dermo di Sidoarjo untuk Tempat Upacara Umat Hindu Buddha
Dibangun Tahun 1371 Masehi pada Pemerintahan Hayam Wuruk, Candi di Sidoarjo Ini Jadi Penyimpanan Abu Jenazah
Apa itu Preman? Trending di X Usai Pembubaran Paksa Diskusi FTA, Tak Hanya Dipakai Rezim Orde Baru, Ternyata Pernah Tercatat dalam Prasasti Candi!
Dibangun untuk Mengenang Joko Pandelegan, Inilah Candi Sumur di Sidoarjo Peninggalan Kerajaan Majapahit
Dibangun Pada Abad ke-11 di Masa Kerajaan Kahuripan, Inilah Candi Belahan di Pasuruan yang Memiliki Sumber Mata Air
Dibangun Pada Awal Kekuasaan Kerajaan Majapahit, Inilah Candi Kotes di Blitar yang Merupakan Anugerah dari Raden Wijaya