Minggu, 19 Juli 2026

Inilah Keunikan Candi Lumbung Khas Buddha yang Nyempil di Area Candi Hindu, Ternyata Terselip Kisah Ini...

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Minggu, 29 September 2024 | 21:30 WIB
Candi Lumbung di tengah kompleks Candi Prambanan  (instagram.com/@tatu1602)
Candi Lumbung di tengah kompleks Candi Prambanan (instagram.com/@tatu1602)

Keunikan pada candi Buddha tersebut ternyata menyimpan kisah yang begitu menarik pada saat pembangunannya di masa dahulu berdasarkan penelisuran SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.

Baca Juga: Fakta Menarik Candi Sumur Gantung di Mojokerto yang Kini Berupa Reruntuhan, Ternyata Menyimpan Kisah Cinta yang Mendalam!

Candi Lumbung ini diperkirakan  mulai dibangun pada abad ke-9 hingga ke-10 Masehi.

Pada saat yang bersamaan pula, keluarga dari Wangsa Syailendra yang menganut agama Budha juga sedang mendirikan Candi Borobudur.

Rakai Pikatan yang waktu itu menjadi penguasa baru di tanah Jawa dengan latar belakang agama Hindu yakni Wangsa Sanjaya, berusaha menyaingi eksistensi dari penganut Buddha itu.

Baca Juga: Intip Kisah di Balik Candi Dadi Tulungagung yang Tak Memiliki Relief atau Hiasan Apapun, Mirip Cerita Candi Prambanan!

Wangsa Syailendra memang sudah lebih dulu membangun Candi Borobudur yang begitu megah, termasuk mendirikan Candi Lumbung.

Kemudian Rakai Pikatan membangun Candi Prambanan untuk menghormati sekaligus persembahan kepada Dewa Siwa dimana ia juga menandingi keberadaan Candi Borobudur.

Keberadaan Candi Lumbung juga diduga menjadi salah satu alasan bagi Rakai Pikatan untuk membangun Candi Prambanan.

Baca Juga: Pernikahan Beda Agama Pemersatu Kerajaan Mataram Kuno, Kisah Cinta yang Diabadikan dalam Candi Plaosan di Klaten

Pada akhirnya ia membangun candi Pramabanan yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari candi lain yang bercorak Budha, khususnya Candi Lumbung.

Dua wangsa besar tersebut diketahui masih mempunyai hubungan darah dan senantiasa bersaing dalam hal eksistensi kekuasaan serta perbedaan latar belakang agamanya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: P2k.stekom.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X