Kamis, 4 Juni 2026

Intip Kisah di Balik Candi Dadi Tulungagung yang Tak Memiliki Relief atau Hiasan Apapun, Mirip Cerita Candi Prambanan!

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Senin, 9 September 2024 | 21:00 WIB
Potret Candi Dadi di Tulungagung.  (instagram.com/@tofa_bogem)
Potret Candi Dadi di Tulungagung. (instagram.com/@tofa_bogem)

 

SketsaNusantara.id- Candi Dadi adalah salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit di sekitar akhir abad ke-14 hingga 15.

Candi Dadi tersebut berlokasi di Dusun Mojo, Dewa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Konon kabarnya, Candi Dadi ini dibangun oleh masyarakat Majapahit pengangut agama Hindu Budha yang saat itu mengasingkan diri.

Baca Juga: Selamat Haornas! Inilah 5 Olahraga Khas Kerajaan Majapahit, Ada yang Sudah Punah

Pada zaman itu bertepatan dengan berakhirnya kekuasaan Hayam Wuruk yang dikenal sebagai masa kelam bagi kehidupan umat Hindu dan Budha.

Hal tersebut disebabkan karena adanya pertikaian politik yang kacau hingga para penganut Hindu Budha memilih untuk mengasingkan diri dari kerajaan.

Candi Dadi merupakan candi tunggal yang tidak memiliki anak tangga masuk, hiasan, maupun arca dan juga dibuat dari bahan utama batu andesit.

Baca Juga: Kini Kondisinya Terabaikan! Menguak Puing Kerajaan Kuno di Kaki Gunung Argopuro, Diduga Warisan Era Klasik Kejayaan Majapahit

Selain itu, bangunan suci itu berbentuk bujur sangkar dengan ukuran panjang 14 meter, lebar 14 meter, dan tinggi 6,50 meter.

Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat, asal-usul adanya Candi Dadi ini bermula dari seorang pangeran yang melamar putri di Dusun Kedungjalin yang dikutip dari SketsaNusantara.id dari kanal youtube @Jejak Sejarah Chanel.

Sang putri menerima lamaran itu, namun mengajukan persyaratan berupa harus dibuatkan 4 buah candi dalam waktu satu malam.

Baca Juga: Peninggalan Jejak Kerajaan Majapahit Nyempil di Pulau Dewata! Pura Ala Jatim di Bali ini Punya Cerita dari Sosok Gajah Mada

Pangeran itu menyetujuinya dan memulai membangun candi tersebut, padahal putri yang ia lamar sebenarnya ingin menolaknya.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Youtube Jejak Sejarah Chanel

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X