Sosok Johannes Leimena dikenang oleh keluarganya sebagai orang yang begitu sederhana, terutama dalam hal berpakaian dimana ia terbiasa memakai kemeja putih dengan gaya yang sama berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.
Bahkan, berdasarkan pendapat Soekarno dalam autobiografinya, Leimena disebutkan tak memiliki pakaian formal selama masa revolusi.
Hal tersebut yang membuat dirinya seringkali harus meminjam jas dan dasi dari koleganya untuk acara yang resmi dan formal.
Selama masa Revolusi Nasional Indonesia, Leimena mengawali karirnya dalam pemerintahan sebagai Wakil Menteri Kesehatan dan naik jabatan sebagai Menteri Kesehatan.
Bahkan, Johannes Leimena juga tercatat menjadi menteri dengan masa jabatan terlama selama masa pemerintahan presiden Soekarno yaitu hampir 20 tahun lamanya.
Selama profesinya sebagai Menkes, Leimena lebih mementingkan pencegahan penyakit di wilayah pedesaan.
Hal itulah yang melandasi dirinya untuk membangun sistem rumah kesehatan yang kini dikenal sebagai puskesmas dan membuatnya dikenal sebagai "Bapak Pukesmas".
Johannes Leimena sendiri juga ikut terdampak oleh peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965 karena rumahnya juga sempat ikut diserang.
Rumah Leimena memang bukanlah target utama pasukan penculik saat itu, namun lokasinya yang berdekatan dengan rumah Mayjen A.H Nasution menjadikannya ikut terkena target.
Pasukan penculik ikut menyerang rumah Leimena karena mengira Jenderal A.H. Nasution bersembunyi di sana, padahal ia bersembunyi di Kedutaan Irak yang memang bersebelahan.
Salah satu pengawal yang sedang menjaga rumah Johannes Leimena bernama Karel Sadsuitubun seorang Polisi berpangkat Agen Polisi Kelas Dua atau setara dengan Bhayangkara Dua Polisi juga ikut menjadi korban karena ditembak.
Artikel Terkait
Menyayat Hati! Percakapan Terakhir Putri Bungsu Jenderal AH Nasution, Ade Irma Suryani Usai Tertembak saat Peristiwa G30S PKI
Kenapa Lagu Genjer-Genjer Dilarang? Inilah Kisah di Balik Salah Satu Lagu di Film G30S PKI Karya Musisi Banyuwangi
Memilukan, Inilah Kisah Cinta Kapten Pierre Tendean dengan Rukmini yang Berakhir Tragis akibat Peristiwa G30S PKI
PKI Terbukti Kejam! Detik-Detik Gugurnya Kyai Imam Besar di Masjid Trenggalek, Sampai Diseret-Seret
Siapa Kyai yang Gugur Karena Kekejaman Komunis? Profil Sosok Tokoh Agama yang Pernah Naik Daun di Pamekasan yang Tewas Dihabisi PKI
Tragis, Misteri Kematian Kyai Asal Pamekasan! Jadi Korban Bringasnya Kekejaman Antek-Antek PKI