Senin, 20 Juli 2026

Profil Dr. Johannes Leimena Menteri Kesehatan yang Ikut Terdampak Peristiwa G30S PKI, Ternyata Dikenal Sebagai Sosok...

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Minggu, 29 September 2024 | 20:30 WIB
Johannes Leimena Dokter Masa Revolusi Indonesia dari Ambon.  (x.com/@tifosi_XLVIII)
Johannes Leimena Dokter Masa Revolusi Indonesia dari Ambon. (x.com/@tifosi_XLVIII)

Sosok Johannes Leimena dikenang oleh keluarganya sebagai orang yang begitu sederhana, terutama dalam hal berpakaian dimana ia terbiasa memakai kemeja putih dengan gaya yang sama berdasarkan penelusuran  SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.

Baca Juga: Memilukan, Inilah Kisah Cinta Kapten Pierre Tendean dengan Rukmini yang Berakhir Tragis akibat Peristiwa G30S PKI

Bahkan, berdasarkan pendapat Soekarno dalam autobiografinya, Leimena disebutkan tak memiliki pakaian formal selama masa revolusi.

Hal tersebut yang membuat dirinya seringkali harus meminjam jas dan dasi dari koleganya untuk acara yang resmi dan formal.

Selama masa Revolusi Nasional Indonesia, Leimena mengawali  karirnya dalam pemerintahan sebagai Wakil Menteri Kesehatan dan naik jabatan sebagai Menteri Kesehatan.

Baca Juga: Kisah Kelam Gugurnya Kyai Imam Mursjid! Jatuh di Tangan PKI dengan Cara yang Tidak Manusiawi, Begini Nasibnya

Bahkan, Johannes Leimena juga tercatat menjadi menteri dengan masa  jabatan terlama selama masa pemerintahan presiden Soekarno yaitu hampir 20 tahun lamanya.

Selama profesinya sebagai Menkes, Leimena lebih mementingkan pencegahan penyakit di wilayah pedesaan.

Hal itulah yang melandasi dirinya untuk membangun sistem rumah kesehatan yang kini dikenal sebagai puskesmas dan membuatnya dikenal sebagai "Bapak Pukesmas".

Baca Juga: Kenapa Lagu Genjer-Genjer Dilarang? Inilah Kisah di Balik Salah Satu Lagu di Film G30S PKI Karya Musisi Banyuwangi

Johannes Leimena sendiri juga ikut  terdampak oleh peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965 karena rumahnya juga sempat ikut diserang.

Rumah Leimena memang bukanlah target utama pasukan penculik saat itu, namun lokasinya yang berdekatan dengan rumah Mayjen A.H Nasution menjadikannya ikut terkena target.

Pasukan penculik ikut menyerang rumah Leimena karena mengira Jenderal A.H. Nasution bersembunyi di sana, padahal ia bersembunyi di Kedutaan Irak yang memang bersebelahan.

Baca Juga: 3 Kejanggalan Film G30S PKI yang Dulu Tayang Tiap Tahun, Sempat Bikin Sutradara Arifin C Noer Kecewa, Kenapa?

Salah satu pengawal yang sedang menjaga rumah Johannes Leimena bernama Karel Sadsuitubun seorang Polisi berpangkat Agen Polisi Kelas Dua atau setara dengan Bhayangkara Dua Polisi juga ikut menjadi korban karena ditembak.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: P2k.stekom.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X