SketsaNusantara.id- Candi Kendalisada adalah salah satu situs kuno kepurbakalaan yang ditemukan di kawasan Gunung Penanggungan atau Gunung Pawitra.
Lebih tepatnya, lokasi Candi Kendalisada berada di ketinggian 1.053 meter dari permukaan laut di sebelah lereng utara Bukit Bekel, dimana bukit itu mengelilingi Gunung Penanggungan.
Secara administratif, Candi Kendalisada berlokasi di wil Dusun Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur.
Pada bagian halaman candi ini atau lebih spesifiknya yang menghadap ke arah utara memiliki bentuk memanjang dan lebar 3 meter.
Sedangkan pada ujung teras paling atas terdapat punden yang berada di sebelah kiri gua.
Kedua bangunan tersebut jika digabungkan menjadi satu akan terihat membentuk seperti huruf "L".
Candi Kendalisada mempunyai asitektur dengan bentuk teras yang berundak-undak dan menempel pada tepi tebing batu vertikal.
Gaya reliefnya berasal dari era Kerajaan Majapahit dimana pada dinding terasnya banyak menggambarkan cerita Panji yang dikutip SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.
Pahatan Relief tersebut berada di Panel I dan II yang menceritakan kisah cinta Panji Inu Kertapati bersama kekasihnya yang bernama Galuh Candra Kirana.
Kemudian pada teras III Candi Kendalisda ini, terdapat panel-panel tegak yang dihiasi sulur-suluran dan di teras IV terdapat hiasan geometris.
Bagian altar candi Kendalisada dihiasi oleh meander sulur-suluran dan geometris, serta puncak dari altar itu terdapat sebuah lingga.
Artikel Terkait
Relief Unik Candi Rimbi di Jombang Ini Konon Gambarkan Tempat Pendermaan Ratu Majapahit, Ternyata Begini Kondisinya Sekarang...
Ditemukan Pada Tahun 1983, Candi Jawar Ombo di Malang Ini Dijadikan Tempat Pendidikan Keagamaan dan Pemujaan
Intip Hal Unik Situs Candi Gentong dari Era Kekuasaan Raja Hayam Wuruk, Ternyata Stupanya Mirip dengan Negara Ini...
Fakta Menarik di Balik Kemegahan Candi Gunung Gangsir di Pasuruan, Ternyata Gaya Arsitekturnya Perpaduan Ini...
Fakta Menarik Candi Kesiman Tengah di Mojokerto, Konon Jadi Bangunan Milik Para Resi, Benarkah Punya Gaya Arsitektur Tak Lazim?