Arya Penangsang, didorong oleh Sunan Kudus, berhasil membunuh Sultan Prawoto dan istrinya pada tahun 1547, lalu mengklaim tahta sebagai Sultan Demak yang kelima.
Namun, kemarahan masih membara ketika anak Prawoto, Arya Pangiri, berusaha menuntut balas atas kematian orangtuanya.
Situasi semakin rumit ketika Ratu Kalinyamat, istri Raja Jepara yang terbunuh, meminta bantuan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir dari Kerajaan Pajang untuk membalas dendam.
Pemberontakan pun meletus, yang berujung pada kematian Arya Penangsang oleh Sutawijaya, anak angkat Hadiwijaya.
Baca Juga: 3 Raja Kerajaan Sunda yang Mendapatkan Gelar Mulia, Ada yang dari India Selatan
Dengan demikian, kisah Kesultanan Demak dipenuhi intrik, pengkhianatan, dan konflik yang akhirnya menandai kejatuhannya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Inilah Bukti Candi Sadon Sebagai Penanda Berpindahnya Pusat Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur, Ternyata Ciri Khasnya...
Bukan Nama Sesungguhnya, Benarkah Gelar Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran di Jawa Barat Masih Memicu Perdebatan?
Tragis, Kerajaan Katolik Pertama di Nusantara Dihancurkan Belanda, Wariskan Adat dan Tradisi dari Kaki Gunung Ile Mandiri
20 KM Tersembunyi dalam Kabut Waktu, Kerajaan di Lampung ini Punya Kemiripan dengan Sriwijaya
Bukan Hanya Kesultanan Mataram Yogyakarta, 2 Kerajaan di Nusantara ini Masih Bertahan di Zaman Sekarang