Kamis, 4 Juni 2026

Meruntuhkan Kerajaan Hindu Terakhir di Pulau Jawa, Kesultanan Banten Pernah Menjadi Pusat Perdagangan Dunia!

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Senin, 16 September 2024 | 14:00 WIB
Kesultanan Banten pernah menjadi pusat perdagangan karena wilayah kerajaannya yang strategis. ( X/ @TeukuDjouhan)
Kesultanan Banten pernah menjadi pusat perdagangan karena wilayah kerajaannya yang strategis. ( X/ @TeukuDjouhan)

Baca Juga: Tidak Banyak yang Tahu, Kerajaan Paling Berpengaruh di Tanah Sunda: Bertahan sampai Beberapa Abad!

3. Kebijakan Politik yang Visioner

Sultan Ageng Tirtayasa dikenal sebagai pemimpin yang cerdas dan visioner, yang menjalin hubungan diplomatik yang kuat dengan berbagai negara serta melaksanakan reformasi internal untuk meningkatkan pemerintahan dan kesejahteraan rakyatnya.

4. Pembangunan Infrastruktur yang Mengesankan

Selama masa kejayaannya, Banten menyaksikan pembangunan infrastruktur yang signifikan, termasuk masjid, benteng, dan keraton.

Masjid Agung Banten, salah satu karya monumental, masih berdiri megah sebagai simbol kejayaan masa lalu.

Baca Juga: Kolam Buatan Terbesar Se-Asia Tenggara Ternyata Ada di Mojokerto, Peninggalan Kerajaan Ini Simpan Harta Karun Misterius?

Setelah lama kejayaannya, kesultanan Banten pun akhirnya mengalami kemunduran.

Kemunduran Kesultanan Banten dimulai pada akhir abad ke-17, ketika ketegangan internal antara Sultan Ageng Tirtayasa dan putranya, Sultan Haji, semakin memuncak.

Sultan Haji meminta bantuan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) untuk merebut kekuasaan dari ayahnya, yang mengakibatkan Banten mengalami kemunduran yang signifikan.

Baca Juga: Dibangun Abad Ke-9, Inilah Candi Banyunibo di Sleman Yogyakarta, Ini Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Dijuluki 'Si Sebatang Kara'

Perpecahan antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji mengganggu stabilitas internal Banten dan memfasilitasi dominasi VOC.

Dengan dukungan VOC, Sultan Haji berhasil menguasai Banten dan memberlakukan kebijakan yang merugikan Kerajaan.

Hal ini memperparah kemunduran ekonomi dan memperkuat ketergantungan pada kekuasaan kolonial Belanda.

Baca Juga: Rahasia di Balik Masjid Agung Warisan Kerajaan Demak, Ada Benda Pusaka Nasional Menyimpan Cita-Cita Negara di Kepulauan Asia Tenggara

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X