Akhir tragisnya, ketika ia dibunuh oleh tabibnya, Tanca, menggambarkan betapa dalamnya konflik internal yang melanda Majapahit saat itu.
3. Trihuwana Tunggadewi (1328-1330)
Setelah Raja Jayanegara meninggal tanpa pewaris, adiknya, Bhre Kahuripan, naik tahta sebagai Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani.
Meski pemerintahannya singkat, ia sukses meredam pemberontakan yang mengancam dengan dukungan dari Mahapatih Gajah Mada, menegakkan kembali stabilitas kerajaan.
4. Hayam Wuruk
Muda dan penuh ambisi, Hayam Wuruk menjadi raja pada usia 16 tahun dan membawa Majapahit ke era keemasan.
Di bawah kepemimpinannya, kerajaan ini berkembang pesat, memperluas pengaruhnya hingga ke wilayah-wilayah seberang laut dan menjadikannya salah satu kekuatan dominan di Asia Tenggara.
5. Wikramawardhana
Setelah kematian ayahnya, Putri Kusumawardhani naik tahta dan menikahi Wikramawardhana.
Meskipun Kusumawardhani secara resmi adalah raja, Wikramawardhana memainkan peran vital dalam pemerintahan, memastikan kesinambungan dan stabilitas di Majapahit selama masa transisi.
Majapahit tidak hanya dikenal sebagai kekuatan militer yang tangguh tetapi juga sebagai pusat budaya dan politik yang berpengaruh di Asia Tenggara.
Sejarahnya meninggalkan jejak yang tak terlupakan hingga saat ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Dijegal Adik Tiri, Kisah Pangeran Alit, Anak Sultan Agung yang Tercoret dari Tahta Kerajaan Mataram Islam
Inilah Fakta Candi Mirigambar yang Menyimpan Kisah Asli dari Tanah Jawa, Kisah Cinta Berliku pada Zaman Kerajaan?
Masuk Salah Satu Peninggalan Bercorak Budha dari Masa Kerajaan Mataram Kuno, Benarkah Candi Ini Berfungsi untuk Asrama?
Mengapa Uang Kerajaan Majapahit Ada Tulisan Syahadat? Ternyata Ada Hal Ini di Balik Koin Gobog, Bukti Peradaban...
Tak Banyak yang Tahu, Petilasan Keraton di Sukoharjo Ini Jadi Saksi Bisu Joko Tingkir Mendirikan Kerajaan Pajang