Senin, 20 Juli 2026

Punya Gaya Singasari, Candi di Blitar Ini Konon Peninggalan Kerajaan Majapahit

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Selasa, 10 September 2024 | 10:00 WIB
Candi Kalicilik di Blitar Jawa Timur. (kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Candi Kalicilik di Blitar Jawa Timur. (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

 

SketsaNusantara.id – Banyak sekali candi dari peninggalan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.

Di antara banyaknya peninggalan candi-candi di Indonesia adalah candi dari Kerajaan Majapahit.

Kerajaan Majapahit adalah sebuah kerajaan terbesar dan terkuat pada masanya dan didirikan pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya.

Baca Juga: Rahasia Candi Gebang yang Berdekatan dengan Sungai Larangan di Sleman, Ternyata Menyimpan Hal Ini...

Candi peninggalan dari Kerajaan Majapahit yang terkenal adalah Candi Brahu, Candi Gentong, Candi Tikus, dan lainnya.

Diantara candi-candi dari peninggalan Kerajaan Majapahit ada salah satu candi yang jarang diketahui banyak orang.

Candi peninggalan Kerajaan Majapahit ini berlokasi di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Baca Juga: Intip Kisah di Balik Candi Dadi Tulungagung yang Tak Memiliki Relief atau Hiasan Apapun, Mirip Cerita Candi Prambanan!

Dilansir dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id oleh SketsaNusantara.id, candi ini merupakan bangunan yang berbahan utama dari batu bata dan sebagian dari batu andesit.

Candi Kalicilik bergaya arsitektur Singasari yang memiliki panjang 6,6 meter, lebar 6,6 meter dengan tinggi 9 meter lalu terbagi menjadi tiga bagian, yakni kaki, tubuh, dan atap.

Candi ini menghadap ke barat dengan pintu masuk berhiaskan kala pada bagian atasnya dan ada juga tulisan angka 1271 Saka atau sekitar 1349 Masehi yang terpahat pada balok batu. Konon, angka tahun ini sama dengan pemerintahan Tribhuwanatunggadewi dari Majapahit.

Dalam buku History of Java dari Thomas Stamford Raffles menyebut candi ini sebagai Candi Genengan, karena dekat Desa Genengan, nama Genengan sama dengan kata Kagenengan yang merupakan tempat pendharmaan Ken Arok berdasarkan tulisan dalam Pararaton. Nagarakertagama, dan Prasasti Mula-Malurung.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X