Putrinya tersebut nantinya bertemu dan menikah dengan seorang lelaki bernama Kelake Adopehang.
Cikal bakal keturunan hingga perkembangan masyarakat asli Adonara bersumber dari pernikahan mereka berdua.
Diketahui silsilah, asal muasal atau garis keturunan asli suku Adonara hingga saat ini masih terjaga.
Sebagian besar suku asli Adonara menetap di pesisir atau dikenal sebagai istilah Atan Watan dan terdapat pula yang menetap di pedalaman yang disebut dengan istilah Ata Kiwang.
Penyebaran anak pinak Kelake Adopehang dikatakan tidak sedikipun mencerai tali persaudaraan, bahkan dikatakan saling menjaga dan melindungi antar saudara.
Agama dan kepercayaan sebagian besar suku asli Adonara dari keturunan Adopehang mayoritasnya memeluk agama Abrahamik yakni katolik dan Islam.
Meskipun terdapat perbedaan, Masyarakat suku Adonara tetap rukun dan toleransi, mengingat masih ada yang mempertahan kepercayaan tradisional Adonara yang diwariskan dari para leluhur bernama Koda Kirin.
Koda Kirin diketahui simbol kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang banyak dianut masyarakat suku Lamaholot, terkhususnya di Pulau Adonara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Warisan Terkutuk di Magelang? Mitos Candi Asu, Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno Kisahkan Sosok yang Dihukum Para Dewa
Pesona Situs Candi Pringapus dan Konon Merupakan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Dibangun Sekitar Tahun 850 Masehi
Palembang Terkenal Jadi Kota Tertua di Indonesia, Prasasti Kedukan Bukit Warisan Kerajaan Sriwijaya Jadi Bukit Kelahirannya
Wilayahnya Sampai Australia! Inilah 8 Kerajaan Islam Terbesar yang Pernah Berkuasa di Nusantara
Jadi Bukti Peralihan Zaman? Intip Kisah di Balik Peninggalan Kerajaan Kutai, Ini Prasasti Paling Tua di Nusantara