Penemu prasasti itu adalah seseorang warga keturunan Belanda bernama C.J. Batenburg pada 29 November 1920.
Kedukan Bukit jadi peninggalan yang membuktikan sejarah dan kemajuan Kerajaan Sriwijaya, bukan hanya itu, digadang-gadang juga menjadi cikal bakal kelahiran Kota Palembang.
Berdasarkan Prasasti Kedukan Bukit itu pula Kota Palembang dikenal sebagai kota paling tua di Indonesia.
Diketahui Prasasti Kedukan Bukit memiliki bentuk yang cukup kecil yakni hanya berukuran 45 x 80 centimeter.
Dalam prasasti terukir sebuah kalimat menggunakan huruf atau Aksara Pallawa yang menggunakan bahasa Melayu Kuno.
Terkait prasasti Kedukan bukit jadi bukti kelahiran Kota Palembang karena isinya yang menceritakan tentang perjalanan dan pencapaian Dapunta Hyang sang raja pertama yang mendirikan pemukiman baru di hilir Sungai Musi.
Pemukiman baru itu diperkirakan adalah Kota Palembang, selain itu prasasti tersebut menunjukkan tentang ekspansi dan keberhasilan Sriwijaya pada masanya.
Prasasti Kedukan Bukit kini tersimpan secara apik di museum Museum Nasional Jakarta dengan nomor D-146.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Sunda Terpecah Menjadi Dua! Raja Visioner Ini Membebaskan Kerajaan Galuh dari Cengkeraman Tarumanagara
Bukan Hanya dari Kedatangan Paus Fransiskus, Toleransi di Nusantara Telah Ada sejak Zaman Kerajaan Mataram Kuno, Bukti Candi..
Kondisi Makam Raja Kerajaan Gowa ke-XIII yang Terletak di Benteng Keraton Buton Sulsel, Tampak tak Megah tapi...
Majapahit Bukan Kaleng-Kaleng! Warisan Kerajaan Nusantara Ini Pengaruhnya Mencapai Eropa dan Amerika?
Tribhuwana Wijayatunggadewi: Wanita Pertama yang Membawa Kerajaan Majapahit ke Puncak Kejayaan