Minggu, 19 Juli 2026

Jadi Kafe Kekinian! Ternyata Bangunan ini Bekas Peninggalan Raja Batik Yogyakarta di Era Kerajaan Mataram yang Super Power, Jujukan Muda-mudi?

Photo Author
Erik Kusmiati, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 September 2024 | 14:00 WIB
Kumpeni Coffe masa kolonial modern yang jadi jujukan para muda mudi. (Instagram @ laurentiuslei)
Kumpeni Coffe masa kolonial modern yang jadi jujukan para muda mudi. (Instagram @ laurentiuslei)

 

SketsaNusantara.id - Bangunan bekas peninggalan Juragan Batik Yogyakarta kini disulap jadi kafe kekinian yang jadi pilihan generasi muda-mudi masa kini.

Bangunan ini dulunya adalah pemilik seorang Juragan batik pertama Yogyakarta pada tahun 1912 bernama Haji Bilal atau Bilal Atmojoewana.

Saat itu Kampung Kauman menjadi tempat keluarga kerajaan Abdi Dalem Kraton.

Baca Juga: Wisata Gua Kiskendo Yogyakarta: 9 Titik Tempat Pertapaan Legendaris, Pernah Dikenal Sebagai Tempat Pertempuran Raksasa Zaman Ramayana

Dengan sifat gigih dan uletnya, Atmojoewana berhasil membuat keluarga birokrat Kerajaan Mataram Yogyakarta menjadi seorang Raja Batik terkenal dan berpengaruh.

Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari Tiktok Selamat Menikmati, kafe ini berlokasi di Nyai Ahmad Dahlan No. 32 Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta bernama @kumpeni.coffe dekat dengan keraton.

Kafe ini memilki arsitektur khas kolonial yang kental juga cocok untuk kalian yang suka nuansa vintage yang tenang untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tersayang.

Baca Juga: Profil dan Biodata Raymond Chin, Pengusaha Sukses Kelahiran Yogyakarta yang Sentil Pemerintahan Jokowi

Kafe ini ramai jadi jujukan para muda mudi untuk nongkrong. Pilihan menu di sini cukup beragam juga harga yang murah menjadikan lokasi Kumpeni Coffe sebagai pilihan muda-mudi.

Pemilik bangunan kafe ini adalah sosok yang sangat berpengaruh di Yogyakarta dan sangat disegani oleh Hindia Belanda.

Pasalnya, Haji Bilal mulai merintis karier sejak usia dini dan termasuk orang yang cukup cerdas.

Baca Juga: Gempa Yogyakarta Hari Ini, 26 Agustus 2024 Berapa Magnitudo? Terasa hingga Malang dan Tidak Berpotensi Tsunami

Kecerdasaan Haji Bilal dalam memasarkan batik miliknya membuatnya dikenal sebagai Raja Batik, caranya memasarkan juga unik yaitu dengan memberikan batiknya pada kusir delman.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X