SketsaNusantara.id - Bangunan bekas peninggalan Juragan Batik Yogyakarta kini disulap jadi kafe kekinian yang jadi pilihan generasi muda-mudi masa kini.
Bangunan ini dulunya adalah pemilik seorang Juragan batik pertama Yogyakarta pada tahun 1912 bernama Haji Bilal atau Bilal Atmojoewana.
Saat itu Kampung Kauman menjadi tempat keluarga kerajaan Abdi Dalem Kraton.
Dengan sifat gigih dan uletnya, Atmojoewana berhasil membuat keluarga birokrat Kerajaan Mataram Yogyakarta menjadi seorang Raja Batik terkenal dan berpengaruh.
Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari Tiktok Selamat Menikmati, kafe ini berlokasi di Nyai Ahmad Dahlan No. 32 Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta bernama @kumpeni.coffe dekat dengan keraton.
Kafe ini memilki arsitektur khas kolonial yang kental juga cocok untuk kalian yang suka nuansa vintage yang tenang untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tersayang.
Kafe ini ramai jadi jujukan para muda mudi untuk nongkrong. Pilihan menu di sini cukup beragam juga harga yang murah menjadikan lokasi Kumpeni Coffe sebagai pilihan muda-mudi.
Pemilik bangunan kafe ini adalah sosok yang sangat berpengaruh di Yogyakarta dan sangat disegani oleh Hindia Belanda.
Pasalnya, Haji Bilal mulai merintis karier sejak usia dini dan termasuk orang yang cukup cerdas.
Kecerdasaan Haji Bilal dalam memasarkan batik miliknya membuatnya dikenal sebagai Raja Batik, caranya memasarkan juga unik yaitu dengan memberikan batiknya pada kusir delman.
Artikel Terkait
Kronologi Mahasiswa Ditemukan Meninggal Dunia dalam Kamar Kos di Sleman Yogyakarta, Barang Bukti Ini Diduga Jadi Penyebab Kematian Korban
Bekas Restoran di Yogyakarta Ini Disebut Restoran Siluman Ular, Unik Namun Suasananya Menyeramkan
Mistis Tapi Nyata! Inilah Misteri Bengkel Gaib di Depan Rest Area Wonosari Yogyakarta, Kisahnya Populer Hingga Jadi Urban Legend Warga Setempat
Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta: Kini Tampil Modern dan Trendi, Siapa Pun Bisa Belajar Tanpa Takut Bosan, Kunjungi Yuk!
Tradisi Pengantin Tebu Berasal dari Kisah Tragis di Pabrik Gula Madukismo Yogyakarta? Ternyata Tujuannya untuk...