Di tengah lingkaran, terdapat batu tegak yang dipercaya sebagai simbol bagi arca-arca penting seperti Buddha, Awalokiteswara, dan Vajrapani, mengindikasikan hubungan dengan tradisi Buddhis yang ada pada masa itu.
Situs batu melingkar ini, dengan bentuk geometris lingkaran yang dianggap sempurna, melambangkan konsep keabadian dan kesempurnaan dalam tradisi Buddhis.
Bentuk lingkaran ini tidak memiliki awal maupun akhir, yang diyakini melambangkan konsep nirwana, sebuah keadaan sempurna tanpa batas.
Keberadaan frekuensi yang dipancarkan batu-batu ini hingga saat ini masih menjadi misteri yang menunggu untuk dipecahkan.
Baca Juga: Dikenal sebagai Pelopor! Jejak Kejayaan Kerajaan Islam Pertama di Nusantara: Samudera Pasai
Apakah ini adalah hasil dari teknik konstruksi kuno yang canggih atau hanya fenomena alam yang unik? Penemuan ini membuka peluang bagi para peneliti dan arkeolog untuk menggali lebih dalam tentang sejarah dan teknologi yang mungkin dimiliki oleh nenek moyang terdahulu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
4 Kisah Unik Kolam Segaran Warisan Kerajaan Majapahit di Trowulan, Konon Banyak Ditemukan Peralatan Makan dari Emas
Mengenal Candi Kidal di Malang, Peninggalan Kerajaan Singosari yang Dibangun untuk Penghormatan atas Jasa Besar Anusapati
Mengenal Candi Jago di Malang, Peninggalan Kerajaan Singasari yang Dibangun Sekitar Abad ke-13 Masehi
Fakta Unik di Balik Kemegahan Masjid Agung Banten, Peninggalan Kerajaan Banten yang Masih Kokoh Berdiri hingga Sekarang
Mengulik Candi Brahu di Mojokerto yang Sudah Ada Sebelum Kerajaan Majapahit Berdiri dan Didirikan oleh Empu Sindok