Mulawarman sering memberikan persembahan besar kepada para Brahmana, termasuk 20.000 ekor sapi, yang menunjukkan betapa makmurnya kerajaan ini.
Prasasti-prasasti Yupa juga mengungkapkan bahwa masyarakat Martapura memiliki tingkat intelektual yang tinggi.
Terlihat dari penggunaan bahasa Sansekerta dalam upacara-upacara keagamaan.
Namun, seperti kerajaan-kerajaan besar lainnya, kejayaan Martapura pun berakhir.
Pada tahun 1635, Kerajaan Kutai Kartanegara, di bawah komando Pangeran Sinum Panji, berhasil mengalahkan Martapura dan merebut wilayahnya.
Sejak itu, nama Martapura lenyap dan digantikan oleh Kutai Kartanegara Ing Martapura.
Kisah ini mengundang kita untuk mempertimbangkan kembali apa yang kita ketahui tentang sejarah Nusantara.
Kerajaan Martapura, yang tersembunyi di balik nama Kutai, mungkin adalah potongan sejarah yang terlupakan namun sangat penting dalam warisan budaya Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Fakta Kontroversial Arya Penangsang, Sosok Penguasa Kerajaan Demak yang Naik Tahta dengan Cara Paling Keji dan Berdarah
Siapa Arya Penangsang? Pemimpin Kerajaan Demak yang Kontroversial, Dipercaya Punya 2 Makam di Sumatera dan Jawa
Mengulik Asal Usul Kipo, Jajanan Legendaris Khas Kotagede Yogyakarta, Kuliner Favorit Bangsawan Kerajaan Mataram Kuno
Makam Ken Arok di Mana? Raja Pertama Kerajaan Singasari Bergelar Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi
3 Keistimewaan Ken Dedes, Ratu Pertama Kerajaan Singasari yang Terkenal Sebagai Ibu Para Raja Jawa