Dengan minimnya petunjuk, para sejarawan menyimpulkan bahwa kerajaan misterius ini berada di wilayah yang kini dikenal sebagai Kabupaten Kutai Kartanegara.
Karena prasasti-prasasti tersebut ditemukan di sana, kerajaan ini kemudian disebut Kerajaan Kutai.
Penamaan ini akhirnya diadopsi oleh para peneliti sejak masa penjajahan Belanda, meskipun tidak memiliki dasar bukti yang kuat.
Namun, ada teori menarik yang diajukan oleh para sejarawan: Kerajaan Kutai sebenarnya adalah Kerajaan Martapura.
Hipotesis ini diperkuat oleh sebuah naskah klasik berjudul Surat Salsilah Raja-Raja dalam Negeri Kutai Kartanegara yang ditulis pada tahun 1849.
Naskah ini mengisahkan bagaimana pada pertengahan abad ke-16, Kerajaan Kutai Kartanegara menaklukkan sebuah kerajaan bernama Martapura di Muara Kaman.
Setelah penaklukan ini, Kutai Kartanegara menggabungkan kedua kerajaan dan merubah namanya menjadi Kutai Kartanegara Ing Martapura.
Nama Martapura sendiri diyakini berasal dari kata Sansekerta "Amarta" yang berarti kehidupan, dan "Pura" yang berarti kota.
Sebagai kerajaan Hindu tertua di Nusantara, Martapura meninggalkan jejak sejarah yang kaya namun tersembunyi.
Prasasti-prasasti Yupa yang ditemukan berhasil mengungkap sekilas tentang kehidupan kerajaan ini.
Terutama di bawah kepemimpinan Raja Mulawarman, yang dikenal sebagai pemimpin bijaksana dan dermawan.
Baca Juga: Eksplorasi Goa Surowono Kediri, Terowongan Rahasia Kerajaan Kediri, Sekarang Jadi Objek Wisata?
Artikel Terkait
Fakta Kontroversial Arya Penangsang, Sosok Penguasa Kerajaan Demak yang Naik Tahta dengan Cara Paling Keji dan Berdarah
Siapa Arya Penangsang? Pemimpin Kerajaan Demak yang Kontroversial, Dipercaya Punya 2 Makam di Sumatera dan Jawa
Mengulik Asal Usul Kipo, Jajanan Legendaris Khas Kotagede Yogyakarta, Kuliner Favorit Bangsawan Kerajaan Mataram Kuno
Makam Ken Arok di Mana? Raja Pertama Kerajaan Singasari Bergelar Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi
3 Keistimewaan Ken Dedes, Ratu Pertama Kerajaan Singasari yang Terkenal Sebagai Ibu Para Raja Jawa