Minggu, 19 Juli 2026

Dugaan Larangan Jilbab pada Paskibraka 2024 Tuai Kontroversi: Ini Sejarah Perjalanan Hijab di Indonesia

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Kamis, 15 Agustus 2024 | 12:00 WIB
Ilustrasi: Sejarah panjang jilbab di Indonesia (Pixabay/ Harmoniapictura)
Ilustrasi: Sejarah panjang jilbab di Indonesia (Pixabay/ Harmoniapictura)

SketsaNusantara.id - Dugaan larangan anggota Paskibraka Nasional 2024 mengenakan jilbab telah menuai kontroversi luas, memicu gelombang protes dari berbagai kalangan, termasuk organisasi keagamaan terkemuka.

Salah satu yang paling lantang bersuara adalah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh.

Ketua PWNU Aceh, Teungku Haji Faisal Ali, dengan tegas menolak kebijakan ini, setelah diduga seorang putri terbaik Aceh yang terpaksa melepas jilbabnya demi aturan tersebut.

Baca Juga: Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta: Kini Tampil Modern dan Trendi, Siapa Pun Bisa Belajar Tanpa Takut Bosan, Kunjungi Yuk!

Jilbab, lebih dari sekadar penutup kepala, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Muslimah Indonesia selama berabad-abad.

Ia bukan hanya simbol keagamaan, melainkan juga warisan budaya yang kuat.

Ketika berbicara tentang pahlawan Muslimah berjilbab, nama-nama seperti Rasuna Said, Nyai Ahmad Dahlan, dan Rahmah el-Yunusiyah muncul.

Baca Juga: Kunjungi Gedung Orang Jerman di Surabaya! Jadi Hidden Gem yang Estetik, Tempat Berkumpulnya Muda-mudi, Begini Kisahnya...

Mereka menjadi bukti betapa jilbab telah menjadi identitas yang kokoh bagi perempuan Indonesia.

Melansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Channel Cah Solo, sejarah panjang jilbab di Nusantara menunjukkan bahwa jilbab telah melekat dalam kehidupan perempuan Muslim sejak masa lampau.

Contohnya, di Kesultanan Aceh, Sultanah Seri Ratu Safiatuddin dan para wanita istana sudah mengenakan jilbab, meski bentuknya belum sesempurna sekarang.

Baca Juga: Intip Sejarah Peninggalan Benda Sakti dari Blitar, Sampai Bisa Taklukkan Bencana Alam! Ada Khodam Apa di Dalamnya?

Begitu pula di Minangkabau, gerakan Padri berperan penting dalam memperkenalkan dan memperjuangkan penggunaan jilbab sebagai bagian dari penerapan syariat Islam.

Kisah-kisah heroik para pahlawan Muslimah seperti Cut Nyak Dhien dan Rahmah el-Yunusiyah, yang tetap teguh mengenakan jilbab dalam perjuangan mereka.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube Channel Cah Solo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X