SketsaNusantara.id- Dahulu Indonesia terkenal dengan orang-orang yang memiliki ilmu kanuragan atau sakti.
Namun jika demikian adanya, lantas mengapa Indonesia masih dijajah oleh Belanda hingga ratusan tahun lamanya?
Rupanya ada suatu kondisi yang membuat Belanda menjajah Indonesia. Bahkan termasuk dalam penjajahan secara halus meski dipenuhi oleh rakyat pribumi yang sakti.
Mengutip dari TikTok @eltha.story, rupanya hal ini berkaitan dengan kerajaan yang pernah berdiri di Nusantara.
"Karena Indonesia masih terbentuk kerajaan, kaum penjajah sadar kalau tidak mungkin melawan mereka secara langsung," ujar pembawa narasi dalam video tersebut.
Alhasil, Belanda memiliki strategi untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Agar mereka tetap bisa menjajah Indonesia meski dipenuhi oleh orang kerajaan yang sakti.
Rupanya strategi penjajahan yang dilakukan oleh Belanda adalah Devide Et Impera. Yakni strategi militer adu domba.
"Menggunkan Devide Et Impera, adalah strategi atau upaya militer adu domba," jelasnya.
"Dikobarkan oleh kongsi dagang VOC untuk mencari sumber kekayaan alam di negara lain," imbuh pembaca tersebut.
Strategi penjajahan ini pertama kali diterapkan oleh Julio Caesar untuk memperbesar Kekaisaran Romawi.
Adapun salah satu contoh strategi penjajahan yang digunakan adalah saat tragedi perangkat Diponegoro.
Artikel Terkait
Bagaimana Awal Munculnya Bubur Sumsum? Mengenal Hidangan Manis Khas Indonesia Sebagai Bentuk Kesederhanaan dari Zaman Penjajahan
Sederhana, Inilah Amalan Kalimat Sakti Gus Baha yang Mampu Melebur Dosa Puluhan Tahun, Jadi Bekal Kunci Menuju Surga
Eksplorasi Goa Surowono Kediri, Terowongan Rahasia Kerajaan Kediri, Sekarang Jadi Objek Wisata?
Legenda Kutukan Bandung Bondowoso Terhadap Roro Jonggrang Hanya 'Akal-akalan' Belanda? Om Hao Ungkap Fakta dan Kebenarannya
Bebas Watermark! Inilah 10 Link Twibbon HUT ke-79 Republik Indonesia, Sambut 17 Agustus dengan Gambar Paling Keren di Medsos
Menimbang Agrarische Wet Era Kolonial Belanda Vs UU IKN, Siapa yang Lebih Bersifat Kolonial?