"Untuk menaklukkan raja di daerah Nusantara, salah satunya perang diponegoro antara kerajaan mataram dibantu oleh Belanda untuk melawan rakyat jelata jawa dan pangeran diponegoro," ucapnya.
Akhirnya Belanda masih bisa berkuasa dari kerajaan yang dibantu sebagai bentuk Devide Et Impera.
"Devide et impera mampu membuat bangsa memerangi bangsanya sendiri," tambahnya.
Belanda digambarkan sebagai dalang dalam pertikaian antar kerajaan kala itu. Tak lain adalah untuk menjajah Indonesia.
Sehingga dibuatlah cara melawan penjajahan dengan persatuan Indonesia hingga mencapai kemerdekaan.
Hal ini dibuktikan dengan adanya saksi bisu dalam sejarah yang dilakukan oleh pahlawan nasional. Persatuan Indonesia pun menjadi senjata sakti untuk melawan Belanda.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Bagaimana Awal Munculnya Bubur Sumsum? Mengenal Hidangan Manis Khas Indonesia Sebagai Bentuk Kesederhanaan dari Zaman Penjajahan
Sederhana, Inilah Amalan Kalimat Sakti Gus Baha yang Mampu Melebur Dosa Puluhan Tahun, Jadi Bekal Kunci Menuju Surga
Eksplorasi Goa Surowono Kediri, Terowongan Rahasia Kerajaan Kediri, Sekarang Jadi Objek Wisata?
Legenda Kutukan Bandung Bondowoso Terhadap Roro Jonggrang Hanya 'Akal-akalan' Belanda? Om Hao Ungkap Fakta dan Kebenarannya
Bebas Watermark! Inilah 10 Link Twibbon HUT ke-79 Republik Indonesia, Sambut 17 Agustus dengan Gambar Paling Keren di Medsos
Menimbang Agrarische Wet Era Kolonial Belanda Vs UU IKN, Siapa yang Lebih Bersifat Kolonial?