Simbol kerukunan di Between Two Gates juga ditunjukkan pada prinsip masyarakatnya yang menganggap bahwa tetangga merupakan keluarga terdekat.
Warga yang tinggal di area Between Two Gates telah saling mengerti satu sama lain, selain itu mereka terlihat gemar berbaur.
Kerukunan yang terjalin juga ditampakkan dari tempat duduk berbentuk undakan dari beton yang diletakkan di samping atau depan rumah.
Between Two Gates juga disebut oleh masyarakat luar sebagai gang kerukunan, lantaran meskipun tanah Kampung Alun-Alun adalah milik pribadi, tetapi masyarakat umum masih diperbolehkan untuk melewatinya, bahkan interaksi sapa dilakukan masyarakat jika melewati gang tersebut.
Between Two Gates telah secara resmi menjadi bangunan warisan budaya Yogyakarta berdasarkan Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 435 Tahun 2018 tentang Daftar Warisan Budaya Daerah Kota Yogyakarta.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Pesanggrahan Ambarukmo Yogyakarta, Tempat Ikonik Sultan Hamengkubuwono VII Mandheg Pandhito, Disebut Sebagai Tempat Kutukan Sultan?
Mengenal Ki Ageng Suryomentaram, Pangeran Kesultanan Yogyakarta yang Lebih Memilih Jadi Orang Biasa, Seorang Ahli Filsuf?
Purna Usai 82 Tahun, Sisi Unik Keraton Yogyakarta, Punya 2 Abdi Dalem yang Tingkahnya Undang Gelak Tawa, Siapa?
Apa Arti dari Relief Kala di Masjid Gedhe Mataram Kotagede Yogyakarta? Memiliki Makna Simbol…
Candi Ratu Boko Yogyakarta: Kisah Istana Ayahanda Roro Jonggrang, Rahasia dan Keindahan yang Penuh Misteri