SketsaNusantara.id - Nama Mataram pasti sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia.
Mataram terkenal sebagai Kerajaan besar yang pernah berdiri di Nusantara di 2 masa yang berbeda, namun sama-sama berpengaruh.
Selain itu, Kedua Kerajaan Mataram itu berpusat di wilayah yang sama di Pulau Jawa yaitu Kerajaan Mataram Kuno dan Kerajaan Mataram Islam.
Kerajaan Mataram Kuno diketahui berdiri sejak abad 8 sampai 11 Masehi dimana mayoritasnya penganut agama Hindu dan Buddha.
Hal tersebut tercermin dalam peninggalan dari kerajaan ini, diantaranya Candi Prambanan dan Candi Borobudur.
Sementara itu, Kerajaan Mataram Islam sudah tentu mayoritas penduduknya beragama Islam dan berdiri sekitar abad ke-16 hingga abad ke-18 Masehi.
Peninggalannya yang tak kalah terkenal diantaranya ada area Kotagede, Keraton Yogyakarta, Masjid Agung Demak, dan lain sebagainya.
Tetapi ada fakta menarik lainnya dari kata Mataram ini dimana arti kata tersebut berpengaruh bagi orang yang mengatakannya.
Bagi umat Islam yang tinggal di India, ternyata mereka diharamkan untuk mengucapkan kata Mataram yang diketahui SketsaNusantara.id dari akun Tik Tok @gusmamak.
Baca Juga: Eksplorasi Goa Surowono Kediri, Terowongan Rahasia Kerajaan Kediri, Sekarang Jadi Objek Wisata?
Hal tersebut diketahui dari arti kata Mataram diketahui merujuk pada pemujaan kepada dewi menurut kepercayaan Hindu, berbeda halnya dengan Indonesia.
Menurut bahasa Sanskerta, Mataram mempunyai arti "ma" atau "mataa" yang berarti dewi. Sedangkan "Ram" bisa berarti Ibu atau Rama.
Artikel Terkait
Benarkah IKN akan Dipimpin oleh Keturunan Tribhuwana Tunggadewi? Seorang Raja Majapahit yang Menaklukan Nusantara
KH Abdul Ghofur Lamongan: Bukti Nyata Pondok Wali Songo Kini Hadir dengan Fasilitas Lengkap, Sudah Berusia 600 Tahun?
Mengenal Kue Pukis Sebagai Sajian Kudapan Manis Tradisional Khas Banyumas, Kisah Awal Munculnya Tak Disangka-sangka
Di Mana Ujung Selokan Mataram Yogyakarta? Panjangnya 30 Kilometer, Penyelamat dari Kerja Paksa Jepang
Mengenal Bregada Wirabraja Prajurit Keistimewaan Keraton Yogyakarta, Benarkah Punya Filosofi Pemberani dan Peka?
Makam di Tengah Jalan Purwokerto: Kisah Ragasemangsang Tokoh Jahat Pemilik Aji Pancasona, Benarkah Tidak Bisa Dipindahkan?
Tercantum di Serat Centhini, Ini Sejarah Serabi Solo, Kuliner Khas dengan Cita Rasa Gurih Manis