Namun ia kembali ditaangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak. Dirinya pun berhasil kabur menuju Yogyakarta.
Menurut pemaparan website papua.go.id, sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id perjuangan Silas Papare masih bergejolak meski ia melarikan diri ke Yogyakarta.
Baca Juga: Cara Licik Belanda Menangkap Pangeran Diponegoro: Sampai Berpura-pura Lakukan Gencatan Senjata
Di sana ia mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta, pada Oktober 1949. Yakni dalam rangka membantu pemerintahan RI untuk memasukkan wilayah Irian Barat ke pangkuan tanah air.
Sepanjang perjuangannya di tengah gempuran Belanda, ia pun wafat pada 7 Maret 1978 di Serui, Papua.
Untuk mengenang jasanya, namanya diabadikan sebagai salah satu sebutan untuk kapal selam.
Yakni KRI Silas Papare, sebuah Korvet kelas Parchim yang dibuat untuk Volksmarine atau AL Jerman Timur pada akhir tahun 70-an.
Tak hanya itu, ia juga ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional dengan pemberian piagam. Serta Bintang Baha Putra Adi Pradana Kelas II.
Salah satu dari ketiga putra Papua yang menyandang gelar tersebut adalah sosok Silas Papare.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Unik! Kota Agats Papua, Semua Bangunannya Berdiri di Atas Papan, Ada Legenda yang Membekas
Dijamin Gak Bakal Bosen, Cuma di Fakfak, Papua Barat Kamu Bisa Nikmatin Air Terjun Langsung ke Lautan!
Papeda: Makanan Sagu Khas Papua, Ternyata Bisa Bikin Tulang Kuat! Tertarik untuk Mencobanya?
Kisah Karomah Kyai Sholeh Darat, Guru KH Hasyim Asy'ari, Pernah Bikin Mobil Tentara Belanda Mogok Gara-Gara...
Perjuangan Martha Christina Tiahahu Melawan Belanda Gak Perlu Diragukan Lagi! Ini 3 Riwayat Pertempuran Gadis Asal Maluku
Tragis! Perjuangan Martha Christina Tiahahu Lawan Belanda, Sampai Gugur di Laut Banda Jelang 2 Hari Ulang Tahunnya