SketsaNusantara.id - Mengenal Sang Pendekar Pena, Mahbub Djunaidi yang merupakan seorang sastrawan terkenal di Indonesia.
Mahbub Djunaidi dikatakan memiliki ragam profesi mulai dari politisi, kolumnis, dan agamawan yakni ketua PMII.
Nama Mahbub Djunaidi besar lewat kepiawaiannya dalam menulis, terutama tulisan-tulisan pedasnya yang sebagian besar mengandung kritik sosial.
Bahkan, Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno pernah terkesan akan hasil tulisan Mahbub Djunaidi.
Dikutip SketsaNusantara.id dari dapobas.kemdikbud.go.id, Mahbub Djunaidi merupakan putra dari H. Djunaidi yakni tokoh di Nahdlatul Ulama (NU) dan sekaligus anggota DPR RI.
Mahbub Djunaidi lahir di Jakarta, pada 27 Juli 1933, Ia merupakan anak tertua dari 13 saudara.
Mahbub Djunaidi kecil tinggal bersama keluarganya di Solo, kepindahannya ke Solo lantaran Jakarta pada mas itu tengah bergejolak.
Tinggal di Solo, ia belajar dan bersekolah di Madrasah Mambaul Ulum tempat dirinya menemukan dan mengenal berbagai macam karya sastra mulai dari Mark Twain, Sutan Takdir Alisyahbana dan lain-lain.
Setelah menamatkan SLTA atau sekarang Sekolah Menengah Atas (SMA), Mahbub Djunaidi melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Namun Ia tidak menyelesaikan studinya.
Selama menjadi mahasiswa fakultas Hukum di UI dirinya pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia (IPPI) dan anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama.
Minat Mahbub Djunaidi di bidang politik dan keorganisasian memang begitu besar, hingga Ia menjabat sebagai Ketua Umum Pertama Pemuda dan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada tahun 1960—1967 dan juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor.
Artikel Terkait
Sosok Tololiu Herman Willem Dotulong, Pernah Ukir Sejarah dalam Perlawanan Perang Diponegoro, Antek-Antek Belanda?
Terbongkar Sosok Nenek Moyang Prabowo Subianto, Pernah Terlibat Pasukan Perang Sampai Culik Diponegoro?
Inilah Peran Kapitan Jonker dalam Penangkapan Pangeran Trunojoyo di Jawa Timur, Ternyata Panglima Maluku itu Punya Strategi Unik Ini...
Tradisi Mudik Sudah Ada Sejak Masa Belanda? Perusahaan Kereta Jadikan Tradisi Ini Sebagai Propaganda
Yuk, Jalan-jalan ke Pantai Modangan di Malang, Hidden Gem Pesisir Pantai Selatan Jawa Timur, Cek Lokasinya
Kisah Raden Ario Majang Koro: Orang Madura Pertama yang Jadi Kolonel Hindia Belanda, Ternyata Dulunya Punya Kehidupan Seperti Ini...
Apa Itu Geger Sepoy? Kisah Tragis Kraton Yogyakarta yang Legendaris, Konon karena Upaya Diplomasi yang Gagal
Dulunya Selalu Diarak saat Idul Adha, Kerangka Hewan dari Keraton Yogyakarta Ini Sekarang Ada di UGM