Kamis, 4 Juni 2026

Kenapa Dapat Julukan Mbah Sholeh Darat? Ternyata Ulama Guru KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari Ini Dakwah di...

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Rabu, 24 Juli 2024 | 19:30 WIB
Potret Mbah Sholeh Darat, KH Ahmad Dahlan, dan KH Hasyim Asy'ari. (Kolase foto nu.or.id, an-nur.ac.id, dan muhammadiyah.or.id)
Potret Mbah Sholeh Darat, KH Ahmad Dahlan, dan KH Hasyim Asy'ari. (Kolase foto nu.or.id, an-nur.ac.id, dan muhammadiyah.or.id)

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman iain.kudus.ac.id, nama asli Mbah Sholeh Darat yaitu KH. Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani.

Baca Juga: Sesepuh dari 3 Wali Songo! Begini Kondisi Makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi, Ulama Tersohor di Kabupaten Tuban

Akrab dengan panggilan atau julukan Mbah Sholeh Darat, ia lahir di di Jepara dan menjadi pengasuh sebuah pondok pesantren di Semarang.

Alasan kenapa dapat julukan Mbah Sholeh Darat karena pondok pesantren tempat ia tinggal dan berdakwah berada di daerah yang bernama Darat.

Daerah Darat tempat pondok pesantren tempat Mbah Sholeh Darat menyebarkan ilmu itu berada di wilayah Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Menilik Lokasi Makam KH Bisri Syansuri di Jombang, Pesarean Ulama Pendiri NU Jadi Wisata Religi Selain Ziarah Wali Songo

Bukan hanya warga masyarakat Semarang saja yang berguru kepada Mbah Sholeh Darat, ada 3 pahlawan nasional yang menjadi muridnya.

3 pahlawan nasional murid Mbah Sholeh Darat yaitu RA Kartini, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari.

Guru pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan dan pendiri NU, KH Hasyim Asy'ari itu dulu sempat menuntut ilmu smapai ke Mekkah.

Baca Juga: Siapa Sosok Kyai Umar Sumberwringin? Pahlawan dari Tokoh Ulama Jember, Pemimpin Laskar Santri yang Kharismatik dan Legendaris

Tak heran jika Mbah Sholeh Darat dikenal sebagai ulama besar di Semarang yang memiliki ilmu tinggi.

Hingga saat ini, makam mbah Sholeh Darat yang ada di TPU Bergota Semarang tak pernah sepi peziarah.

Terutama saat Haul Mbah Sholeh Darat yang diperingati setiap tahun di tanggal 10 Syawal.***

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Sumber: iain.kudus.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X