Kamis, 4 Juni 2026

Kenapa Dapat Julukan Mbah Sholeh Darat? Ternyata Ulama Guru KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy'ari Ini Dakwah di...

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Rabu, 24 Juli 2024 | 19:30 WIB
Potret Mbah Sholeh Darat, KH Ahmad Dahlan, dan KH Hasyim Asy'ari. (Kolase foto nu.or.id, an-nur.ac.id, dan muhammadiyah.or.id)
Potret Mbah Sholeh Darat, KH Ahmad Dahlan, dan KH Hasyim Asy'ari. (Kolase foto nu.or.id, an-nur.ac.id, dan muhammadiyah.or.id)

SketsaNusantara.id - Nama ulama besar yang terkenal di Semarang, Mbah Sholeh Darat memiliki kisah perjalanan hidup yang menarik untuk dikulik.

Mbah Sholeh Darat merupakan salah satu Kyai yang juga menjadi guru bagi banyak tokoh-tokoh nasional hingga pahlawan ansional.

Sosok Mbah Sholeh Darat juga terkenal di masa penjajahan Belanda sebelum kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: 3 Karomah Gus Miek, Ulama Rasa Wali yang Suka Dakwah di Diskotik, Bertemu Nabi Khidir Gara-Gara Ikan?

Riwayat hidup Mbah Sholeh Darat menceritakan bagaimana perjuangannya berdakwah dna menyebarkan agama Islam.

Berasal dari keluarga yang paham ilmu agama, ayah Mbah Sholeh Darat, Kyai Umar juga dikenal berjasa.

Kyai Umar merupakan salah satu orang kepercayaan Pangeran Diponegoro di masa itu.

Baca Juga: Masjid Kuno Tegalsari, Peninggalan Ulama dan Guru Besar Ki Ageng Besari di Ponorogo, Ternyata Arsitekturnya Punya Makna Tersendiri

Pendidikan agama dan budi pekerti yang diterapkan kepada Mbah Sholeh Darat oleh ayahnya tidka jauh beda dengan pelajaran hidupnya saat membela nusantara.

Kyai Sholeh Darat lahir di tahun 1820 di Jepara dan wafat sekaligus dimakamkan di Semarang pada tahun 1903.

Perlu diketahui kalau nama Mbah Sholeh Darat itu bukanlah nama aslinya.

Baca Juga: Siapa Sunan Bejagung Kidul? Pangeran Mahkota yang Nekat Mualaf dan Pernah Ditolak hingga Menjadi Ulama Besar, Kini Makamnya Ramai Peziarah

Identitas yang dikenal masyarakat Jepara hingga Semarang itu merupakan julukan untuk sang ulama.

Lalu, kenapa dapat julukan Mbah Sholeh Darat? Ternyata ada riwayat dan cerita di balik nama panggilan itu.

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Sumber: iain.kudus.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X