Selanjutnya, kebaya juga digunakan oleh perempuan keraton dengan kain tambahan seperti model kebaya yang dikenal saat ini.
Selain menjadi pakaian kebesaran perempuan kraton Jawa, kebaya juga sering dikenakan oleh perempuan Belanda yang tinggal di Indonesia pada masa penjajahan.
Saat itu kebaya dinilai sebagai pakaian ‘identitas kasta’ karena hanya dipakai oleh mereka yang memiliki derajat sosial lebih tinggi.
Pada abad ke-18 akhir, barulah kebaya mulai digunakan oleh perempuan pribumi dengan kelas sosial yang lebih rendah.
Menjelang kemerdekaan, kebaya dijadikan sebagai simbol antikolonial oleh perempuan pribumi Jawa.
Sementara perempuan Belanda kembali memakai pakaian barat sebagai penanda status mereka.
Dan setelah kemerdekaan, Presiden Soekarno menyatakan kebaya sebagai pakaian nasional sekaligus identitas bangsa dan simbol emansipasi wanita Indonesia.
Sementara itu, asal usul nama Kebaya sendiri memiliki beberapa versi, ada yang menyebutnya berasal dari kata kaba hingga abaya yang sama-sama berarti pakaian.
Kebaya juga memiliki beberapa jenis atau model seperti kebaya Encim, kebaya Kutu Baru hingga Kebaya Janggan.***
Artikel Terkait
Asal Usul Nama Jalan Malioboro, Bermakna Ajaran Sultan Hamengku Buwono I hingga Jadi Poros Garis Imajiner Yogyakarta
Berdiri Hampir 300 Tahun, Intip Sejarah Tempat Ibadah Paling Kuno di Nganjuk, Masjid Al Arfiyyah Punya Cerita
Asal Usul Nama Dawet Ayu Khas Banjarnegara, Penjual Punya 2 Simbol Khusus Tokoh Pewayangan, Jadi Harapan Agar Dagangannya Laris Manis
Bagaimana Asal-usul Lapis Legit ? Mengulik Kudapan Manis Khas Indonesia yang Ternyata Pernah Jadi Hidangan Rijsttafel di Masa Kolonial
Sejarah dan Filosofi Kolak, Temukan Tuhan dalam Semangkok Kudapan Manis?
Makna Kebaya, Pakaian Wanita Indonesia Sejak Era Majapahit dengan Filosofi Jawa, Jadi Film Terbaru Dian Sastrowardoyo?
Punya Sejarah Perjuangan yang Panjang, Begini Kisah Pabrik Pupuk Si Jempol di Jember