Minggu, 19 Juli 2026

Di Mana Lokasi Makam Sunan Ngatas Angin? Ulama Penyebar Islam Bumi Nganjuk, Kini Tak Pernah Sepi Kunjungan Peziarah

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Minggu, 21 Juli 2024 | 09:30 WIB
Makam Sunan Ngatas Angin, penyebar Islam di daerah Nganjuk.  (Tangkapan layar YouTube/kidoel Official.)
Makam Sunan Ngatas Angin, penyebar Islam di daerah Nganjuk. (Tangkapan layar YouTube/kidoel Official.)

SketsaNusantara.id - Sunan Ngatas Angin bernama asli Syekh Malik Al-Athos merupakan tokoh ulama penyebar Islam di bumi Nganjuk.

Memiliki julukan sebagai Ki Ageng Cecek Molek yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan salah satu sepuh Wali Songo, yakni Syekh Jumadil Kubro.

Sunan Ngatas Angin mulai mengajarkan agama Islam sekitar tahun 1480 Masehi di wilayah Ngatas Angin yang sekarang lebih dikenal Ngetos.

Baca Juga: Siapa Ida Dewa Agung Jambe? Sosok Pahlawan Nasional dari Klungkung Bali yang Gugur dalam Perang Puputan Melawan Belanda

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman indonesia-tourism.com, Kecamatan Ngetos dulunya bernama Tajum atau Tajung yang mana penamaan tersebut disematkan pada masa Kerajaan Majapahit.

Daerah Ngetos/Tajum/Tajung terkenal memiliki keistimewaan, lantaran masa itu menjadi wilayah pusat agama Hindu yang dipimpin oleh pemuka agama bernama Pu Tajum.

Kemudian, Sunan Ngatas Angin datang ke Ngetos sekitar abad ke-14 dan mulai menyebarkan agama Islam.

Baca Juga: Di Mana Lokasi Makam Syekh Kholil Bangkalan? Pesarean Ulama Nusantara yang Tak Pernah Sepi Pengunjung hingga Sumur Tua Jadi Daya Tarik Peziarah

Dalam perjalanannya menyebarkan Islam di Kecamatan Ngetos, Syekh Malik Al-Athos menggunakan metode pendekatan yang sabar dan penuh kehati-hatian.

Metodenya itu dilakukan dengan tujuan tidak memaksa masyarakat lokal pada waktu itu yang mayoritas masih beragama Hindu.

Setelah Kerajaan Majapahit mulai runtuh pada abad ke-15, Islam di Kecamatan Ngetos mulai meluas, Sunan Ngatas Angin memanfaatkan peninggalan-peninggalan Kerajaan Majapahit sebagai sarana prasarana dakwahnya.

Baca Juga: Siapa yang Menemukan Pulau Bali? Pulau Dewata Ini Sudah Ada Sejak Tahun 2000 Sebelum Masehi, Namanya Diambil dari Bahasa...

Salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit yang dimanfaatkan Sunan Ngatas Angin ialah sendang untuk tempat berwudhu sebelum menjalankan ibadah sholat.

Hingga akhir hayat dirinya terus berdakwah menyebarkan Islam, hingga namanya kemudian dikenal dan disegani oleh masyarakat di Ngatas Angin.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X