Menariknya, lakon yang sering dipentaskan banyak diambil dari serat Damarwulan, seperti Cinde Laras, Minak Jinggo mati, Damarwulan Ngenger dan lainnya.
Padahal, serat Damarwulan dianggap sebagai penghinaan atas masyarakat Banyuwangi.
Karena sering mementaskan lakon dari serat Damarwulan, Janger Banyuwangi juga kerap disebut Damarwulan hingga Jinggoan.
Kesenian ini juga tersebar dan berkembang di daerah sekitar Banyuwangi seperti Situbondo, Jember dan Malang.
Namun yang masih bertahan dalam jumlah banyak ada di Banyuwangi.
Sekitar 75 kelompok Janger Banyuwangi masih berdiri hingga saat ini.***
Artikel Terkait
Dikenal Sebagai Tarian Tanpa Pengiring Musik, Inilah Sejarah dan Keunikan Tari Kecak Dari Bali
4 Seni Gamelan Peninggalan Sunan Kalijaga, Sarat Makna Filosofis Sesuai dengan Suaranya, Untuk Penyebaran Agama Islam
Seni Rajah Tubuh Tertua di Dunia Ternyata Ada di Indonesia, Sudah Ada Sejak Tahun 1.500 SM! Lokasinya di...
Sering Dianggap Sepele, Makanan Rakyat Sejak Zaman Jawa Kuno Ini Justru Diajukan ke Unesco Sebagai Warisan Budaya
12 Titik Lemah Abang Warisan Syekh Siti Jenar dari Banten hingga Banyuwangi, Pusat Gerakan Islam Progresif
Cuman di Banyuwangi, Ada Tradisi Berdandan Seperti Kerbau Tiap Malam 10 Suro: Kebo-keboan Upacara Syukuran Hasil Panen
Meski Masuk dalam Warisan Budaya Indonesia, Ternyata Asal-usul Nasi Goreng Berasal dari China, Kok Bisa?