Kamis, 4 Juni 2026

Janger Banyuwangi, Akulturasi Seni dan Budaya Jawa, Osing hingga Bali serta Keterkaitan Minak Jinggo dan Damarwulan

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 20 Juli 2024 | 14:00 WIB
Penampakan layar dalam pertunjukan Janger Banyuwangi (Tangkapan layar YouTube BRIN Indonesia)
Penampakan layar dalam pertunjukan Janger Banyuwangi (Tangkapan layar YouTube BRIN Indonesia)

Menariknya, lakon yang sering dipentaskan banyak diambil dari serat Damarwulan, seperti Cinde Laras, Minak Jinggo mati, Damarwulan Ngenger dan lainnya.

Padahal, serat Damarwulan dianggap sebagai penghinaan atas masyarakat Banyuwangi.

Baca Juga: 4 Seni Gamelan Peninggalan Sunan Kalijaga, Sarat Makna Filosofis Sesuai dengan Suaranya, Untuk Penyebaran Agama Islam

Karena sering mementaskan lakon dari serat Damarwulan, Janger Banyuwangi juga kerap disebut Damarwulan hingga Jinggoan.

Kesenian ini juga tersebar dan berkembang di daerah sekitar Banyuwangi seperti Situbondo, Jember dan Malang.

Namun yang masih bertahan dalam jumlah banyak ada di Banyuwangi.

Sekitar 75 kelompok Janger Banyuwangi masih berdiri hingga saat ini.***

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: warisanbudaya.kemdikbud.go.id, YouTube BRIN Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X