SketsaNusantar.id - Nasi goreng, hidangan yang telah meraih popularitas global, ternyata memiliki sejarah panjang dan jejak yang menarik sejak awal kemunculannya di China kuno.
Meskipun kini sering dianggap sebagai salah satu ikon kuliner Indonesia, nasi goreng sebenarnya berasal dari tradisi memanfaatkan nasi sisa di China.
Orang-orang China pada masa lampau tidak suka membuang nasi yang sudah dingin.
Sehingga, mereka mengolahnya kembali dengan berbagai bumbu dan rempah-rempah untuk menciptakan hidangan yang lezat dan praktis, dikenal sebagai nasi goreng.
Dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube EvyFour, sejarah nasi goreng dapat ditelusuri kembali hingga ribuan tahun yang lalu, dimana orang-orang China pertama kali mengembangkan teknik memasak nasi sisa menjadi hidangan baru yang nikmat.
Nasi yang sudah dingin dimasak kembali dengan tambahan bumbu seperti kecap, bawang putih, dan bumbu lainnya, memberikan cita rasa yang khas dan menyenangkan bagi lidah.
Tradisi ini tidak hanya bertahan di China, namun juga menyebar ke berbagai belahan dunia melalui perantauan orang-orang China yang membawa budaya kuliner mereka ke tempat-tempat baru.
Di Indonesia, nasi goreng tiba dengan berbagai modifikasi sesuai dengan selera lokal.
Berbagai bahan tambahan seperti telur, daging, seafood, dan sayuran sering ditambahkan untuk menciptakan variasi rasa yang beragam.
Baca Juga: Papeda: Makanan Sagu Khas Papua, Ternyata Bisa Bikin Tulang Kuat! Tertarik untuk Mencobanya?
Nasi goreng tidak hanya menjadi hidangan sehari-hari di rumah-rumah, tetapi juga tersedia di warung-warung kaki lima hingga restoran mewah.
Artikel Terkait
Salah Satu Warisan Sunan Kalijaga, Lagu Gundul Gundul Pacul Ternyata Punya Makna Filosofis Kepemimpinan, Begini Penjelasannya
7 Muazin Sholat di Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon Konon untuk Mengusir Jin Jahat, Warisan Petaka Aji Menjangan Wulung Jelang Subuh
Mau Dapat Jodoh Bisa ke Sini, Wisata Warisan Wali Songo di Yogyakarta, Muncul karena Karomah Sunan Kalijaga!
Sering Dianggap Sepele, Makanan Rakyat Sejak Zaman Jawa Kuno Ini Justru Diajukan ke Unesco Sebagai Warisan Budaya
12 Titik Lemah Abang Warisan Syekh Siti Jenar dari Banten hingga Banyuwangi, Pusat Gerakan Islam Progresif