Kiai Dawuh sering mengajar sambil berjalan-jalan di tepi sungai, di tengah hutan, atau di bawah pohon rindang.
Meski gaya mengajarnya spontan dan kondisional, Syekh Kholil Bangkalan mampu bertahan dan menyerap ilmu dari Kiai Dawuh, menunjukkan ketekunan dan kecintaannya pada belajar.
3. Syekh Abdul Adhim bin Muhyiddin
Syekh Abdul Adhim bin Muhyiddin, ulama kelahiran Makkah, pernah mengajar selama 20 tahun di Masjidil Haram sebelum menetap di Madura.
Dikenal sebagai Bujuk Agung oleh warga Bangkalan, beliau mengajarkan tafsir dan ilmu Quran kepada Syekh Kholil Bangkalan.
Syekh Abdul Adhim juga dikenal sebagai muqoddam yang membawa ajaran tariqah Naqsyabandiyah ke Madura.
Ketika beliau wafat pada tahun 1917, Syekh Kholil menunjukkan penghormatannya dengan ikut memandikan, menyolati, dan menguburkan jenazah gurunya tersebut.
Syekh Abdul Adhim dimakamkan di kompleks Pemakaman Umum Kelurahan Mlajah.
4. Kyai Muhammad Nur
Kyai Muhammad Nur adalah guru Syekh Kholil Bangkalan di Pondok Pesantren Langitan Tuban, salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di Jawa Timur.
Di bawah bimbingan Kyai Muhammad Nur, Syekh Kholil Bangkalan memperdalam ilmu fiqih dan Nahwu.
Pengajaran Kyai Muhammad Nur memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman agama yang kokoh pada diri Kholil.
Artikel Terkait
Kemarau Panjang Pilih Berkelahi? Okol, Gulat Tradisional Asal Pamekasan, Cara Unik Orang Madura Memanggil Hujan
Situs Makam Aermata Ratu Ebhu Bangkalan Madura, Terdapat Sumber Air yang Tercipta dari Air Mata Sang Ratu?!
Usung Tradisi Masyarakat Madura, KPU Pamekasan Rilis Maskot Si Pisan dalam Pilkada 2024
Kematian Tragis Raden Trunojoyo, Pahlawan Madura yang Memberontak dan Menggulingkan Amangkurat I Kerajaan Mataram
Siapa Pangeran Trunojoyo? Simak Kisah Perlawanan Tangguh Pahlawan Kebanggaan Madura yang Berani Menentang Penjajah