Kamis, 4 Juni 2026

Dikenal Sebagai Ulama Besar di Madura, Inilah 7 Guru Syekh Kholil Bangkalan! Ada yang Langsung dari Makkah

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 20 Juli 2024 | 07:45 WIB
Potret Syekh Kholil Bangkalan dari Madura. (X/ @amrudinnejad_.)
Potret Syekh Kholil Bangkalan dari Madura. (X/ @amrudinnejad_.)

Kiai Dawuh sering mengajar sambil berjalan-jalan di tepi sungai, di tengah hutan, atau di bawah pohon rindang.

Meski gaya mengajarnya spontan dan kondisional, Syekh Kholil Bangkalan mampu bertahan dan menyerap ilmu dari Kiai Dawuh, menunjukkan ketekunan dan kecintaannya pada belajar.

Baca Juga: Di Mana Makam Habib Ali bin Zaenal Abidin Al Idrus? Ulama Besar yang Jadi Juru Kunci Sosok Wali Pitu Penyebar Islam di Bali

3. Syekh Abdul Adhim bin Muhyiddin

Syekh Abdul Adhim bin Muhyiddin, ulama kelahiran Makkah, pernah mengajar selama 20 tahun di Masjidil Haram sebelum menetap di Madura.

Dikenal sebagai Bujuk Agung oleh warga Bangkalan, beliau mengajarkan tafsir dan ilmu Quran kepada Syekh Kholil Bangkalan.

Syekh Abdul Adhim juga dikenal sebagai muqoddam yang membawa ajaran tariqah Naqsyabandiyah ke Madura.

Ketika beliau wafat pada tahun 1917, Syekh Kholil menunjukkan penghormatannya dengan ikut memandikan, menyolati, dan menguburkan jenazah gurunya tersebut.

Syekh Abdul Adhim dimakamkan di kompleks Pemakaman Umum Kelurahan Mlajah.

Baca Juga: Misterius! Terbongkar Rahasia The Kwan Lie, Kisah di Balik Makam Keramat Sosok Ulama Penyebar Agama Islam di Bali

4. Kyai Muhammad Nur

Kyai Muhammad Nur adalah guru Syekh Kholil Bangkalan di Pondok Pesantren Langitan Tuban, salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka di Jawa Timur.

Di bawah bimbingan Kyai Muhammad Nur, Syekh Kholil Bangkalan memperdalam ilmu fiqih dan Nahwu.

Pengajaran Kyai Muhammad Nur memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman agama yang kokoh pada diri Kholil.

Baca Juga: Karomah Habib Ali bin Umar Bafaqih, Ulama Syiar Islam di Bali, Lakukan Hal di Luar Nalar Cukup dengan Lambaian Tangan?

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X