SketsaNusantara.id - Mengenal dekat salah satu cagar budaya Nusantara yang merupakan milik dua keraton ternama yakni Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.
Cagar budaya milik Keraton Yogyakarta dan Surakarta yakni berupa masjid bersama yang diberikan nama Masjid Sulthonain.
Masjid Sulthonain awalnya memiliki nama Masjid Nitikan yang dibangun dengan sangat megah dan kokoh di atas tanah seluas 2.869 m².
Baca Juga: Presiden Indonesia Harus Orang Jawa? Benarkah Tidak Akan Berhasil Jika Dipimpin Etnis Lain?
Nama masjid Nitikan juga sejalan dengan nama lokasi berdirinya yakni berada di kampung Nitikan, Kalurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dikutip SketsaNusantara.id dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, Masjid Sulthonain didirikan atas kerja sama Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.
Didirikannya masjid Sulthonain lantaran di belakangnya terdapat makam keluarga Mataram, yakni makam Ratu Paku Buwana I yang menurunkan raja-raja Keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Setelah Perjanjian Giyanti pada 1755, seluruh aset dan kekayaan Mataram dibagi menjadi dua, termasuk masjid Shultonain.
Berdasarkan perjanjian tersebut Masjid Sulthonain dibagi menjadi dua bagian, sebelah utara menjadi kekuasaan Kasunanan Surakarta yang dicirikan dengan warna abu-abu pada lantai dan warna biru mudah di bagian tembok.
Lalu, bagian selatan menjadi kekuasaan Kasultanan Yogyakarta yang ditandai dengan warna merah dibagian lantai dan putih dibagikan tembok.
Dibagian makam juga dilakukan pembagian serupa seperti bagian barat masjid milik Kasunanan Surakarta dan sebelah timur milik Kasultanan Yogyakarta.
Menurut informasi, Masjid Sulthonain telah mengalami beberapa renovasi, dan renovasi pertamanya dilaksanakan pada masa pemerintahan Sunan Paku Buwana IX (1861-1893).
Artikel Terkait
Makam Keramat Kembar Wali Pitu Penyebar Agama Islam di Bali, Tak Hanya Diziarahi Kaum Muslim tapi Juga Hindu Bali
Di Mana Lokasi Makam Habib Umar Maulana Yusuf Al Maghribi? Wali Bukit Bedugul Penyebar Ajaran Islam di Pulau Bali
Kisah Syekh Siti Jenar yang Disebut sebagai Jelmaan Cacing dan 'Menguping" Ilmu Rahasia dari Sunan Bonang ke Sunan Kalijaga
Cerita Rakyat Nusantara Jawa Timur: Apa itu Reog Ponorogo? Sayembara Pernikahan dan Pertarungan Singo Barong dan Klono Sewandono
Di Mana Makam Habib Ali bin Zaenal Abidin Al Idrus? Ulama Besar yang Jadi Juru Kunci Sosok Wali Pitu Penyebar Islam di Bali
Misteri Kisah Habib Ali bin Abu Bakar Al Hamid dalam Dakwah Islamnya di Pulau Bali, Ternyata Kepercayaan Raja Klungkung?
Melirik Kisah Docang: Makanan Bersejarah yang Direncanakan untuk Meracuni Wali Songo, Kini Jadi Kuliner Favorit Khas Cirebon