Sabtu, 4 Juli 2026

Pasujudan Sunan Bonang di Lasem, Letaknya di Atas Bukit yang Asri, Masih Satu Area dengan Makam Sang Murid dan

Photo Author
Irma Agustiana, Sketsa Nusantara
- Selasa, 16 Juli 2024 | 21:06 WIB
Petilasan Sunan di Lasem (instagram.com/@rumahmerahheritagelasem)
Petilasan Sunan di Lasem (instagram.com/@rumahmerahheritagelasem)

SketsaNusantara.id - Siapa sih yang tidak mengenal Sunan Bonang? Salah satu tokoh penyebar Islam di Pulau Jawa.

Sunan Bonang adalah salah satu pendakwah Islam yang masuk dalam Wali Songo dan merupakan anak dari Sunan Ampel.

Sunan Bonang memiliki nama asli Maulana Makhdum Ibrahim merupakan anak dari Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila, lahir di Rembang pada tahun 1465 M.

Baca Juga: Apa Arti Sunan? Gelar yang Disematkan Pada Nama Sosok Wali Songo, Ternyata Makna dan Pemberiannya... 

Sunan Bonang kemudian wafat pada tahun 1525 M dimakamkan di Tuban dan makamnya sampai sekarang sering dikunjungi pengunjung. Ternyata selain makamnya, Sunan Bonang juga memiliki tempat lain yang sering dikunjungi peziarah.

Dilansir SketsaNusantara.id dari TikTok @ifankrisna, Pasujudan Sunan Bonang merupakan sebuah petilasan peninggalan Sunan Bonang yang terletak di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang.

Pasujudan Sunan Bonang diyakini masyarakat sekitar sebagai tempat Sunan Bonang bersujud kepada Allah SWT. Pasujudan ini berwujud batu dengan bekas sujudnya Sunan Bonang.

Kompleks pasujudan Sunan Bonang ini terletak desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, tepat di samping jalur Pantura sekitar 17 km dari kota Rembang.

Baca Juga: Terbongkar! Ini Misteri Sosok Asli Sunan Lawu, Punya Riwayat Antara Gunung Lawu dan Kerajaan Majapahit 

Kompleks ini terletak disebuah bukit yang tinggi sehingga untuk mengaksesnya perlu menaiki banyak anak tangga.

Selain batu tempat bersujud Sunan Bonang, di kompleks ini juga terdapat bekas kediaman Sunan Bonang, Joran Pancing Sunan Bonang, hingga makam putri Cempo murid dari Sunan Bonang.

Untuk datang ke tempat pasujudan ini, tidak terdapat biaya apapun dengan pengunjung hanya perlu untuk beramal seikhlasnya.

Meskipun pasujudan ini tidak dikenai biaya, kompleks pasujudan sendiri cukup terawat karena terus dipelihara oleh masyarakat sekitar.

Karena letaknya di atas bukit dan di pinggir pantai, menambah suasana sakral dan sejuk dari kawasan ini sehingga tidak heran sering dikunjungi peziarah.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: TikTok @ifankrisna

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X