Minggu, 19 Juli 2026

Makam di Atas Bukit Dusun Bero Klaten Ada Pohon Keramat Dipercaya Jelmaan Abdi Raja Kediri Jayabaya, Tempat Cari Wangsit?

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Senin, 15 Juli 2024 | 20:15 WIB
Ilustrasi makam keramat di bukit Dusun Bero, Klaten. (Pixabay.com/kirillslov)
Ilustrasi makam keramat di bukit Dusun Bero, Klaten. (Pixabay.com/kirillslov)

Dikutip SketsaNusantara.id dari Buku Wali Berandal Tanah Jawa dari judul asli 'Bandit Saints of Java yang ditulis oleh George Quinn cetakan tahun 2019, tempat keramat itu adalah makam Kyai Bondho dan istrinya.

Baca Juga: Mengulik Kisah Makam Ki Juru Mudi, Sosok Muslim yang Dimakamkan di Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Pohon Ketos yang besar dan memiliki kanopi rimbun dan batang kekar itu merupakan jelmaan Kyai Bondho dan Nyai Bondho.

Ada pula yang menyebutkan kalau makam di bukit itu merupakan tempat yang dihuni oleh Kyai Bondho dan Nyai Bondho yang tak bisa dijelaskan wujudnya.

Secara kisah masyarakat lokal Dusun Bero, Klaten, kedua pasangan suami istri itu merupakan abdi dari Raja Kerajaan Kediri, Jayabaya.

Baca Juga: Lokasi Makam Mbah Panggung Tegal, Jejak Petilasan Peradaban Islam di Kota Tegal yang Ramai Peziarah Kubur, Mantan Murid Syekh Siti Jenar?

Disebutkan dalam Buku Wali Berandal Jawa, Kyai Bondho dan Nyai Bondho dulunya abdi Raja Jayabaya, namun ada yang menyebutkan keduanya keturunan atau cucu Jayabaya.

Saat raja Jayabaya moksa dan menghilang ke langit, Kyai Bondho dan Nyai Bondho lari ke arah barat menuju ke Klaten.

Hingga di sana keduanya melakukan tapadan berpuasa, namun keduanya akhirnya sirna dari muka bumi lantaran Kyai Bondho dan Nyai Bondho putus 1 kali tapa dan puasa.

Baca Juga: Konon Jadi Tempat Semedi Presiden Soeharto? Nyempil di Dalam Wisata Alam Terindah, Cilacap Punya Kuil Tersembunyi yang Sayang Dilewatkan

Tempat bertapa Kyai Bondho dan Nyai Bondho itulah ditumbuhi Pohon Ketos dan 800 tahun setelah kejadian itu, Kyai Bondho dan Nyai Bondho bersemayam di pohon tersebut.

Tak heran jika masyarakat Dusun Bero menganggap pohon Ketos itu keramat dari ratusan tahun yang lalu hingga sekrang.

Masyarakat setempat menganggap bahwa roh-roh keturunan Kyai dan Nyai Bondho lahir dan tinggal di setiap rumah di Dusun Bero.

Baca Juga: Mulai Langka, Begini Cara Buat Kupat Ketheg, Kuliner Warisan Sunan Giri yang Cuma Ada di Gresik

Tujuannya baik, masyarakat percaya bahwa mereka tinggal serumah dengan warga untuk melindungi.

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Sumber: Buku Wali Berandal Tanah Jawa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X