SketsaNusantara.id - Pasar Beringharjo adalah satu dari sekian banyak bangunan ikonik bersejarah di Kota Yogyakarta.
Terletak di pinggir Jalan Malioboro, lokasinya sangat strategis dan terus menyedot perhatian pengunjung.
Faktor lokasi yang vital itu membuat Pasar Beringharjo menjadi sangat ramai karena tiap hari ramai dikunjungi wisatawan dan warga lokal.
Baca Juga: Tahun 1926 Jadi Pasar Terindah di Pulau Jawa, Kini Bersaing dengan Gedung-Gedung Modern
Bicara soal pasar tradisional dan bersejarah di Indonesia, Beringharjo memang bukan satu-satunya.
Ada Pasar Kranggan yang berada di sebelah utara Tugu Yogyakarta, ada juga Pasar Gadhing di sisi selatan kota, dan Pasar Ngasem di lingkungan keraton.
Namun, Pasar Beringharjo kerap jadi sorotan utama jika berkunjung ke Yogyakarta.
Dengan ukuran lahan seluas 2,5 hektar, pasar ini tergolong besar dan menjadi pusat aktivitas transaksi warga Yogyakarta di Zaman Belanda.
Selain lokasinya yang sangat mudah dijangkau wisatawan, pasar ini menyimpan banyak nilai sejarah.
Tak banyak yang tahu bahwa pasar ini awalnya belum bernama Beringharjo.
Dulunya hanya disebut sebagai pasar gedhe (pasar besar/utama), atau tepatnya Pasar Gedhe Loring Loji.
Arti dari sebutan itu menunjukkan lokasinya, yakni berada di sebelah utara Loji.
Artikel Terkait
Nikmati Petualangan Unik di Pasar Terapung Lok Baintan Banjar, Menilik Serunya Sensasi Berbelanja di Atas Air
Pasar Modern Ada Photo Box hingga Coffe Shop di Kota Malang, Pilihan Anak Muda Saat Nongkrong di Sekitar Kayutangan
Luar Biasa! Lisa Blackpink Berhasil 'Tutup' Pasar Tersibuk Area Chinatown di Thailand demi Syuting Video Musik Terbarunya
Uniknya Hanya Ada 2 Menu Saja, Warung Mie Mblusuk di Tengah Pasar Kota Malang Ini Viral dan Ramai Banget
Petilasan Penguasa Laut Selatan di Yogyakarta, Ada Bukti Pertemuan Raja Mataram Islam Pertama dengan Ratu Kidul