Minggu, 19 Juli 2026

Nama Asli Pasar Beringharjo Yogyakarta, Diubah karena Kebijakan Sultan HB IX

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 14 Juli 2024 | 18:57 WIB
Pasar Beringharjo. (jogjakota.go.id)
Pasar Beringharjo. (jogjakota.go.id)

Lalu, kapan namanya berubah menjadi Pasar Beringharjo?

Dilansir SketsaNusantara.id dari buku Yogyakarta Tempo Doeloe (2000) karya Arwan Tuti Artha, nama tersebut muncul setelah Sri Sultan HB IX naik tahta pada tahun 1940.

Baca Juga: Kenapa Yogyakarta Disebut Daerah Istimewa? Sejarah 4,5 Tahun Sultan Jogja Tanggung APBN Indonesia, Sisanya Siapa?

Penguasa baru tersebut menerapkan kebijakan penggunaan nama-nama Jawa bagi semua instansinya di bawah pemerintahan Kesultanan Yogyakarta.

Nama Beringharjo digunakan karena pasar tersebut didirikan di atas bekas lahan hutan Beringan, Desa Pacetokan.

Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa nama itu merujuk pada kondisi tanahnya. "Ber" diambil dari dari "jember" alias basah atau lembab.

Suku kata "ring" berarti "garing" atau "kering", sedangkan "harjo" artinya "indah dan bersih".

Jadi, arti dari "Beringharjo" adalah pasar yang dulunya bertanah basah atau lembab, lalu menjadi kering dan akhirnya bersih serta indah.***

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Yogyakarta Tempo Doeloe, Arwan Tuti Artha, Bigraf (2000)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X