Ia mencuri bersama Tumenggung Mojoroto dan Poncolono, rekan seperguruannya.
Karena ilmu rawa rontek itulah, pihak Belanda kesulitan untuk menangkap dan membunuh Maling Gentiri.
Akhirnya Belada pun mengadakan sayembara dengan hadiah besar untuk menangkap Maling Getiri.
Sayangnya, kelemahannya Maling Getiri terungkap hingga akhirnya ia tewas.
Kelemahan ilmu rawa rontek yakni dengan memisahkan kepala dan tubuh pemiliknya dengan sungai Brantas.
Itulah mengapa makam Mbah Boncolono atau Maling Gentiri pun berada di 2 lokasi yang berbeda di Kediri.
Dikutip dari situs budaya-Indonesia.org, kepala Maling Gentiri dikubur di kawasan Lapangan Joyoboyo dibawah pohon beringin.
Kawasan itu pun dikenal dengan nama Ringin Sirah.
Sementara tubuh Maling Gentiri disemayamkan di bukin Maskumambang, di dalam objek wisata Selomangkleng, Kediri.***
Artikel Terkait
Siapa Syekh Abdul Muhyi Pamijahan? Tokoh Islam Bernazab Sampai ke Rasulullah SAW
Asal-usul Sego Jangkrik, Kuliner Kesukaan Sunan Kudus yang Isinya Bukan Pakai Jangkrik, tapi Daging...
Di Mana Makam Syekh Abdul Muhyi Pamijahan? Salah Satu Objek Wisata Religi Terkenal di Tasikmalaya
Konon Jadi Tempat Semedi Presiden Soeharto? Nyempil di Dalam Wisata Alam Terindah, Cilacap Punya Kuil Tersembunyi yang Sayang Dilewatkan
Siapa Juru Kunci Merapi Sekarang? Mengenal Sosok Mbah Asih Penerus Mbah Maridjan Emban Tugas dari Keraton Yogyakarta
Lokasi Makam Mbah Panggung Tegal, Jejak Petilasan Peradaban Islam di Kota Tegal yang Ramai Peziarah Kubur, Mantan Murid Syekh Siti Jenar?
Mengulik Kisah Makam Ki Juru Mudi, Sosok Muslim yang Dimakamkan di Klenteng Sam Poo Kong Semarang