SketsaNusantara.id - Wedang Ronde menjadi salah satu kuliner yang cukup familiar bagi sebagian besar masyarakat Jawa.
Di tengah cuaca dingin, hangatnya Wedang Ronde seringkali jadi pilihan.
Wedang sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti minuman dan Ronde berasal dari bahasa Belanda, rond yang artinya bulat.
Walau penamaannya menggunakan bahasa Jawa dan Belanda, namun Wedang Ronde bukan asli Indonesia maupun Negeri Kincir loh.
Wedang Ronde rupanya minuman yang berasal dari Tiongkok dengan nama Tang yuan.
Dikutip SketsaNusantara.id dari situs budaya-indonesia.org, kuah Tang Yuan in manis dan hangat saja.
Baca Juga: Dari Umpatan Jadi Simbol Toleransi, Kuliner Favorit Sunan Kudus Ini Punya Sejarah Unik
Namun di Indonesia, minuman yang konon muncul sejak 220 sebelum Masehi dimodifikasi dengan menggunakan jahe, rempah yang sering digunakan masyarakat Jawa.
Wedang Roden dalam bahasa Tiongkok sendiri memiliki pelafalan seperti Tuan Yuang yang bermakna berkat dan kesatuan.
Hingga akhirnya Wedang Ronde menjadi simbol kesatuan keluarga hingga reuni.
Baca Juga: Mengulik Kisah Lumpia, Kuliner Peranakan yang Bertumbuh Menjadi Ikon Khas Kota Semarang
Setelah berakulturasi dengan budaya Indonesia, Wedang Ronde pun mengalami modifikasi.
Artikel Terkait
Jadi Kuliner Khas Muntilan, Konon Makanan Ini Jadi Sarapan Pangeran Diponegoro
Punya Rasa Sambal yang Khas, Kuliner di Banyuwangi ini Memberikan Sensasi Seperti Tertampar Ketika Makan
Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan, Cari Menu Sarapan Legend Khas Demak Wajib Coba Kuliner Ini, Bikin Nostalgia
Jadi Kesukaan Sunan Muria, Intip Kuliner Khas Kudus yang Muncul 1 Tahun Sekali, Wali Songo Ini Doyan Makan Sehat?
Mengulik Kisah Lumpia, Kuliner Peranakan yang Bertumbuh Menjadi Ikon Khas Kota Semarang
Rawon, Makanan Khas Jawa Timur Berusia 1000 Tahun, Dulu Jadi Makanan Bangsawan, Warisan Kerajaan Majapahit?
Senantiasa Diburu Peziarah, Inilah 'Ketupat Ketheg' Sajian Kuliner Khas Giri, Ternyata Dibuat dari Air Keruh?