Selanjutnya, orang yang akan menikmati ketan dan daging yang merupakan simbol kebaikan, maka dia harus bisa membuka pembungkus dan mengeluarkan tusuk bambunya.
Hal tersebut memiliki arti bahwa untuk mencapai kebahagiaan hidup, seseorang harus memiliki prinsip agar bisa membuka penghalang dan menyingkirkan sifat-sifat negatif.
Lemper yang berisi ketan juga diibaratkan sebagai kehidupan yang ada di dunia dan dapat dinikmati setelah menghilangkan hal negatif, namun kebahagiaan akhirat tetap menjadi tujuan akhir yang harus dikejar.***
Artikel Terkait
Makam Tumenggung Ini Terus Diinjak-injak di Yogyakarta, Benarkah Tak Layak dapat Tempat Terhormat di Jawa?
Kisah Orang Belanda Baik Hati pada Masa Penjajahan, Rawat Hampir 7000 Anak Korban Perang Terlantar hingga Punya Panti Asuhan
Telaga di Kaki Gunung Wilis Ini Buka 24 Jam, Kesana Gak Perlu Takut Kemalaman dan Tutup
Mengapa Diberi Nama Sunan Ampel? Inilah Kisah Julukan Raden Rahmat, Wali Songo yang Berasal dari Champa
Cocok untuk Morning Person, Yuk Mampir ke Harmoni Cafe and Resto Malang, Tempat Asyik dan Menunya Mantep!
Dijamin Serba Murah! Yuk Merapat ke Warung Kampus di Jember Cocok Buat Anak Kos, Buka 24 Jam Lho