Kedua wali pun merasa kecewa melihat aksi tersebut. Mereka pun memberikan peringatan kepada warga sekitar untuk tidak menjual nasi.
Bahkan konon pada waktu itu dipercaya menjual nasi tidak akan laku. Sehingga mereka menjual lontong atau lentog.
Lentog tanjung pun dijual keliling dengan cara dipikul. Sampai sekarang, kuliner legendaris dalam sejarah Wali Songo ini masih ada di Kudus.
Kerap digunakan sebagai sajian sarapan pagi hari. Porsi yang tidak terlalu mengenyangkan, cocok untuk mengganjal lapar saat sarapan.
Apalagi saat ini sudah semakin banyak tambahan topping yang disuguhkan untuk satu porsi lentog tanjung.
Semakin nikmat jika sajian ini disantap ketika masih hangat. Membuat momen sarapan semakin berkesan.***
Artikel Terkait
Legendaris Sampai Sekarang, Santapan Kesukaan Wali Songo! Kuliner Ini Gak Pernah Skip Untuk Malam 1 Suro
Rangkaian 1 Suro, Mengulik Tradisi Untuk Mengenang Sunan Kudus Wali Songo, Ini yang Dilakukan Ketika Masuk 10 Muharram
Sambut 1 Suro Sekaligus Mengenang Jasa Wali Songo, Apa yang Dilakukan Dengan Kain Mori Makam Sunan Kudus?
Terbuat dari Jangkrik, yang Bener Aja? Intip Kuliner Medhok Buatan Istri Sunan Kudus Wali Songo
Kesukaan Sunan Kudus Nih, Gak Cuma Nasi Jangkrik, Ada Kuliner Paling Unik Tanpa Sendok?
Berburu Kuliner Khas Tradisional di Titik 0 Kilometer Banyuwangi, Jajanan Melegenda Lengkap!