Kamis, 4 Juni 2026

Kisah di Balik Kuliner Peninggalan Sunan Muria dan Sunan Kudus? Sajian Lontong Cocok untuk Sarapan Pagi, Harga Super Merakyat

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Selasa, 9 Juli 2024 | 19:00 WIB
Kuliner lentog tanjung yang muncul karena perkembangan Wali Songo. (Instagram @e_ndro)
Kuliner lentog tanjung yang muncul karena perkembangan Wali Songo. (Instagram @e_ndro)

Rasanya gurih, seringkali jadi jujugan warga Kudus jika mereka ingin mengisi perut saat pagi hari.

Baca Juga: Terbuat dari Jangkrik, yang Bener Aja? Intip Kuliner Medhok Buatan Istri Sunan Kudus Wali Songo

Harganya juga merakyat. Satu porti lentog tanjung ini dijual dengan harga mulai dari Rp 10.000 saja.

Dengan harga segitu, kalian sudah mendapatkan satu porsi kuliner khas Kudus yang mengenyangkan dan lezat.

Adapun asal-usul lentog tanjung ini memang terbilang cukup unik. Rupanya ada kaitannya dengan perkembangan Wali Songo di tanah Jawa.

Baca Juga: Karomah Mbah Umar Said, Anggota Wali Songo yang Terkenal dengan Pelana Kuda Sakti

Menurut cerita dari nenek moyang, dahulu kuliner ini muncul karena dua anggota Wali Songo. 

Yakni Sunan Muria dan Sunan Kudus yang memiliki beberapa murid. Mereka diketahui akan membangun masjid.

Masjid itu dibangun sebagai media untuk menyebarkan Agama Islam di wilayah Kudus, Jawa Tengah.

Baca Juga: Keturunan Rasulullah SAW Ke 24 Tumbangkan Majapahit, Ini Karomah Luar Biasa Sunan Kudus Wali Songo Saat di Medan Perang

Rencana ini dilakukan secara diam-diam. Sebab saat itu takut jika pembangunan masjid digagalkan oleh pihak kerajaan.

Kegiatan ini pun segera dilakukan dari malam hari hingga menjelang subuh. Mereka mengankut bahan bangunana dari Desa Tanjung ke arah Kauman.

Namun saat mereka sibuk mengangkut bahan bangunan, justru mendengar suara ketukan saringan kelapa yang dibenturkan ke tiang bambu.

Baca Juga: Mau ke Makam Sunan Muria di Kudus? Nikmati Sensasi Naik Ojek Ala Valentino Rossi, Wisata Religi Plus Uji Nyali!

Ketukan ini berasal dari seorang ibu penjual nasi. Karena suaranya mirip dengan bedug subuh, para murid Sunan Muria dan Sunan Kudus akhirnya menghentikan kegiatannya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Dyodoran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X