Selasa, 23 Juni 2026

Bohong! Indonesia Tidak Dijajah 350 Tahun oleh Belanda, Ternyata Ini Dalang di Balik Penjajahan Nusantara

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Selasa, 9 Juli 2024 | 12:15 WIB
 Awal Mula Penjajahan Belanda Terhadap Indonesia.  (Tangkapan Layar YouTube/Ardhianzy)
Awal Mula Penjajahan Belanda Terhadap Indonesia. (Tangkapan Layar YouTube/Ardhianzy)

VOC diatur oleh Dewan Tujuh Belas (Heren Zeventien) yang berpusat di Belanda dan memiliki kantor di daerah-daerah monopoli mereka, menjadikannya perusahaan multinasional pada masanya.

Baca Juga: Terdapat Perkebunan Kopi Peninggalan Belanda, Desa Wisata di Madiun Jawa Timur Ini Terletak di Pegunungan Wilis: Masuk Nominasi ADWI 2024?

Kekuatan VOC, yang sering disebut mirip dengan negara, terpusat pada Gubernur Jenderal di Nusantara yang dibantu oleh Dewan Hindia.

Pada pertengahan abad ke-17, VOC menjadi kekuatan dominan dalam perdagangan rempah-rempah, menjadikannya salah satu perusahaan terkaya pada masanya.

Namun, menjelang akhir abad ini, sejumlah faktor internal dan eksternal menyatukan kehancurannya.

Baca Juga: Fakta di Balik Mitos 7 Kali Berkunjung ke Masjid Demak Disamakan dengan Naik Haji ke Tanah Suci, Ternyata Gara-Gara Kolonial Belanda

Pasar Eropa bergeser dari rempah-rempah ke komoditas seperti teh, kopi, dan gula, yang menjanjikan keuntungan lebih besar.

VOC kehilangan dominasinya karena pesaing seperti Inggris dan East India Company mengambil alih posisi utama dalam perdagangan dan produksi komoditas baru ini.

Upaya perluasan budidaya rempah-rempah ke wilayah lain seperti pala di Karibia dan cengkeh di India juga mengurangi monopoli VOC di pasar global.

Baca Juga: Misteri Lokasi Bangunan Asli Keraton Demak yang Hilang Tanpa Jejak, Dibumihanguskan Penjajah Belanda?

Biaya administrasi yang tinggi, termasuk untuk militer dan karyawan, memberatkan VOC.

Pada tahun 1700, biaya militer saja mencapai 12,2 juta gulden, menunjukkan beban finansial yang besar bagi perusahaan.

VOC juga terlibat dalam politik lokal di Jawa dan wilayah lain, seringkali sebagai penengah dalam konflik dinasti dan perselisihan lokal.

Baca Juga: Jalan dengan 9 Belokan Jadi Akses dari Sumatera Barat ke Riau, Ada Sejak Hindia Belanda 1908-1814

Hal ini mengalihkan perusahaan dari fokus utamanya pada perdagangan dan menambah beban finansial karena biaya terlibat dalam konflik yang mahal.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube Ardhianzy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X