Dalam sejarahnya, Sultan Agung juga memiliki peran dalam ‘Islamisasi Jawa’, salah satunya dalam kebangkitan Sastra Islam Kejawen.
Menurut pakar Sastra Jawa, Prof. Dr. Simuh, Sastra Islam Kejawen didominasi dengan ajaran Islam seperti sufistik dan tasawuf.
Sultan Agung juga disebut-sebut sebagai peletak pondasi kejawen muslim yang melahirkan upacara hingga tradisi pada hari-hari penting.
Beberapa tradisi yang dilakukan penganut kepercayaan Kejawen antara lain upacara kelahiran, upacara pernikahan (mantenan), Muludan hingga Sekaten.***
Artikel Terkait
Makna 3 Atap Masjid Agung Tertua Peninggalan Islam di Nusantara, Bukti Warisan Hubungan Politik Jawa dan Cina
6 Pintu Pendek di Masjid Agung Banten yang Dibangun atas Bantuan Arsitek Mongolia, Simbol yang Meruntuhkan Semua Keangkuhan Manusia
Bukan Bulan Sabit, Inilah Makna Mahkota Atap Masjid Agung Surakarta yang Dulu Berlapis Emas
Makna Saka Tatal, Tiang Penyangga Masjid Agung Demak Buatan Sunan Kalijaga, Terbuat dari Kayu Jati Hutan Majapahit?
5 Fakta Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Kesultanan Mataram yang Gigih Melawan VOC, Punya Nama Asli...
Mengenal 2 Permaisuri Sultan Agung, Nama Asli hingga Keturunan yang Menjadi Putra Mahkota
Kalender Jawa: Penanggalan Paling Rumit di Dunia Peninggalan Sultan Agung, Simbol Akulturasi Islam dan Budaya Jawa