SketsaNusantara.id - Kejawen sering dianggap sebagai Agama asli masyarakat Jawa.
Saat agama Islam masuk ke Pulau Jawa, muncullah istilah di masyarakat berupa Islam Kejawen.
Lantas apa itu Kejawen dan mengapa muncul istilah Islam Kejawen di masyarakat khususnya orang Jawa?
Pada dasarnya kejawen bukanlah agama seperti anggapan sebagian orang.
Kejawen lebih tepatnya adalah sebuah kepercayaan yang dimiliki sebuah etnis di Pulau Jawa.
Kejawen juga dinilai sebagai ilmu yang mengajarkan tata krama atau pedoman dalam berkehidupan yang baik.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Portal Informasi Indonesia, budaya Kejawen merupakan proses perpaduan kepercayaan asli masyarakat Jawa dengan agama pendatang seperti Islam, Budha, Hindu hingga Kristen.
Di mana kepercayaan asli masyarakat Jawa tak lepas dari animisme dan dinamisme.
Dalam Kejawen, manusia didorong untuk tetap taat pada Tuhannya hingga seiring berjalannya waktu, muncullah istilah Islam Kejawen, Hindu Kejawen, Kristen Kejawen dan sebagainya.
Menurut Anthony Reid dalam bukunya Southeast Asia in the Age of Commerce 1450-1680, kekuatan Kejawen menjadikan Islamisasi Jawa cukup unik dibandingkan perkembangan Islam di Asia Tenggara.
Artikel Terkait
Makna 3 Atap Masjid Agung Tertua Peninggalan Islam di Nusantara, Bukti Warisan Hubungan Politik Jawa dan Cina
6 Pintu Pendek di Masjid Agung Banten yang Dibangun atas Bantuan Arsitek Mongolia, Simbol yang Meruntuhkan Semua Keangkuhan Manusia
Bukan Bulan Sabit, Inilah Makna Mahkota Atap Masjid Agung Surakarta yang Dulu Berlapis Emas
Makna Saka Tatal, Tiang Penyangga Masjid Agung Demak Buatan Sunan Kalijaga, Terbuat dari Kayu Jati Hutan Majapahit?
5 Fakta Sultan Agung Hanyokrokusumo, Raja Kesultanan Mataram yang Gigih Melawan VOC, Punya Nama Asli...
Mengenal 2 Permaisuri Sultan Agung, Nama Asli hingga Keturunan yang Menjadi Putra Mahkota
Kalender Jawa: Penanggalan Paling Rumit di Dunia Peninggalan Sultan Agung, Simbol Akulturasi Islam dan Budaya Jawa