Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Bubur Suro, Makanan Khas Tradisi Menyambut Tahun Baru Islam di Tanah Jawa, Terinspirasi dari Kisah Nabi Nuh

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 6 Juli 2024 | 15:30 WIB
Bubur Suro khas dibuat menyambut tahun baru Islam (Tangkapan Layar YouTube Domo Bramantyo)
Bubur Suro khas dibuat menyambut tahun baru Islam (Tangkapan Layar YouTube Domo Bramantyo)

Ketujuh jenis kacang yang digunakan sebagai toping biasanya terdiri dari kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, kacang mede, dan kacang-kacangan, yang melambangkan tujuh hari dalam satu minggu.

Toping tujuh jenis kacang itu pun juga ada maknanya. Masyarakat Jawa memaknai santapan hidangan bubur Suro bertabur tujuh jenis kacang sebagai doa agar selalu diberi berkah dan kelancaran dalam hidup setiap harinya.

Baca Juga: Kapan Malam 1 Suro 2024? Ini Jadwal Pergantian Tahun Baru dalam Kalender Jawa Sebagai Momen Sambut Tahun Baru Islam

Masyarakat Jawa juga melakukan tradisi bubur suro ini terinspirasi dari kisah Nabi Nuh.

Hal ini tertera dalam kitab kuno Nihyatuz Zain karangan ulama Nusantara bernama Syekh Nawawi dari Banten.

Dikisahkan Nabi Nuh dan para sahabatnya membuat bubur dengan semua bahan yang tersisa dalam kapal mengarungi banjir besar menggunakan.

Baca Juga: 5 Fakta Malam 1 Suro yang Sering Dianggap Mistis, Awal Bulan Muharram Tak Boleh Keluar Rumah hingga Gelar Pesta?

Dari sinilah cikal bakal terbentuknya santapan lezat bubur suro untuk memperingati hari di mana Nabi Nuh selamat setelah 40 hari terombang ambing di tengah banjir besar.

Kini, bubur suro menjadi tradisi sebagai wujud syukur masyarakat menyambut tahun baru islam.***

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: Indonesia.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X