Dari sinilah, sate mulai menyebar ke seluruh Nusantara bahkan hingga mancanegara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Thailand. Dengan penyebarannya yang luas, hidangan ini kemudian dimodifikasi sesuai dengan bahan dan cita rasa lokal di setiap daerah.
Sate bahkan mendapatkan pengakuan internasional. Pada tahun 2017, CNN Go menempatkan sate di peringkat ke-14 dalam daftar World’s 50 Most Delicious Foods, menjadikannya salah satu makanan paling lezat di dunia. Tak heran jika saat perayaan Idul Adha, sate sering menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk mengolah daging kurban.
Dengan sejarah panjang dan cita rasa yang begitu kaya, sate bukan hanya sekadar hidangan, melainkan simbol kekayaan kuliner dan budaya Indonesia yang tak lekang oleh waktu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Melegenda Sejak Tahun 1915, Favorit Warga Belanda? Sego Becek, Kuliner Khas Nganjuk Makin Maknyus Disantap Saat Hangat
Jadi Makanan Pokok Para Pejuang, Ini 5 Kuliner Khas Indonesia yang Disajikan saat Perayaan HUT Kemerdekaan RI
5 Restoran Gudeg Paling Populer di Yogyakarta, Ternyata Kuliner Khas Jogja Ini Punya Tiga Jenis Varian Berbeda, Apa Saja?
3 Rekomendasi Kuliner Legendaris Malang yang Murah-meriah Cocok Buat Anak Kos, Kuy Jajan!
Kolak Dikasih Ayam? Rahasia di Balik Kuliner Khas Gresik, Rupanya Peninggalan Sosok Penting dari Desa Gumeno
Rasanya Premium! Rekomendasi Kuliner Enak Khas Bangka Belitung! Dijamin Ketagihan Banget