Minggu, 19 Juli 2026

Anak-anak Boleh Ikut, 5 Tradisi Malam 1 Suro di Berbagai Daerah di Pulau Jawa, Mulai Jamasan Pusaka Hingga Pawai Obor

Photo Author
Rizqillah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 6 Juli 2024 | 08:13 WIB
Kirab Keraton Kasunanan Solo, Jawa Tengah (Surakarta.go.id)
Kirab Keraton Kasunanan Solo, Jawa Tengah (Surakarta.go.id)

4. Tapa bisu

Tapabisu adalah tradisi yang dilakukan oleh Abdi dalem Keraton Yogyakarta yang digelar setiap malam 1 suro sesuai penanggalan kalender Jawa.

Tapa bisu dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta di malam 1 suro tanpa
berbicara.

Baca Juga: Rangkaian 1 Suro, Mengulik Tradisi Untuk Mengenang Sunan Kudus Wali Songo, Ini yang Dilakukan Ketika Masuk 10 Muharram

Tradisi mubeng Beteng atau keliling benteng tanpa berbicara ini diprakarsai oleh Sultan Agung Raja Mataram Islam pertama yang juga mencetuskan sistem penanggalan Jawa.

5. Pawai Obor

Pawai obor biasa diikuti berbagai kalangan mulai dari anak-anak, orang dewasa serta para sesepuh.

Tradisi itu digelar dengan membawa obor dan berjalan mengelilingi lingkungan tempat tinggal.

Baca Juga: Rangkaian 1 Suro, Mengulik Tradisi Untuk Mengenang Sunan Kudus Wali Songo, Ini yang Dilakukan Ketika Masuk 10 Muharram

Pawai ini biasanya dimulai selepas salat Isya. Mereka yang
mengikuti pawai akan berkumpul di lapangan.

Keriuhan rombongan pawai ini akan menarik perhatian warga yang menonton di pinggir jalan.

Tidak hanya berpawai warga juga menghias halaman rumah mereka untuk menyambut pergantian tahun.

Itulah beberapa tradisi penyambutan Malam 1 Suro atau tahun
baru Islam di berbagai wilayah di Jawa. Tradisi ini diharapkan terus dijaga guna mempererat khasanah bangsa yang berbineka tunggal ika.***

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: youtube Digital Kemilau Ragam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X