4. Tapa bisu
Tapabisu adalah tradisi yang dilakukan oleh Abdi dalem Keraton Yogyakarta yang digelar setiap malam 1 suro sesuai penanggalan kalender Jawa.
Tapa bisu dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta di malam 1 suro tanpa
berbicara.
Tradisi mubeng Beteng atau keliling benteng tanpa berbicara ini diprakarsai oleh Sultan Agung Raja Mataram Islam pertama yang juga mencetuskan sistem penanggalan Jawa.
5. Pawai Obor
Pawai obor biasa diikuti berbagai kalangan mulai dari anak-anak, orang dewasa serta para sesepuh.
Tradisi itu digelar dengan membawa obor dan berjalan mengelilingi lingkungan tempat tinggal.
Pawai ini biasanya dimulai selepas salat Isya. Mereka yang
mengikuti pawai akan berkumpul di lapangan.
Keriuhan rombongan pawai ini akan menarik perhatian warga yang menonton di pinggir jalan.
Tidak hanya berpawai warga juga menghias halaman rumah mereka untuk menyambut pergantian tahun.
Itulah beberapa tradisi penyambutan Malam 1 Suro atau tahun
baru Islam di berbagai wilayah di Jawa. Tradisi ini diharapkan terus dijaga guna mempererat khasanah bangsa yang berbineka tunggal ika.***
Artikel Terkait
4 Larangan Malam 1 Suro, Malam Topo Bisu Penuh Sakral dan Pantangan, Jangan Dilanggar Bahaya
Amalan Malam 1 Suro, Kata Gus Iqdam Bikin Hidup Jadi Lebih Glowing: Cukup Minum 1 Gelas Saja
Rangkaian 1 Suro, Mengulik Tradisi Untuk Mengenang Sunan Kudus Wali Songo, Ini yang Dilakukan Ketika Masuk 10 Muharram
Kuliner yang Khusus Ada di Bulan Suro atau Muharram, Jadi Tradisi Sebagai Hantaran dan Hidangan Kenduri
Sambut 1 Suro Sekaligus Mengenang Jasa Wali Songo, Apa yang Dilakukan Dengan Kain Mori Makam Sunan Kudus?
Warga Kudus Merapat Lur! Jadwal dan Lokasi Rangkaian 1 Suro Sampai 10 Muharram, Tradisi Kenang Sunan Kudus Wali Songo