Biasanya tradisi ini akan dilakukan setelah pengajian 1 Muharram atau Tahun Baru Islam dan Jamas Pusaka.
Baca Juga: Mengenal Rambu Solo, Upacara Pemakaman Megah dengan Tradisi dan Biaya Tinggi di Tana Toraja
Kegiatan ini rupanya sudah turun-menurun dan selalu dilakukan di makam Sunan Kudus setiap 1 Suro.
Pelepasan luwur pesarean dilakukan dengan mengganti kain mori yang terdapat di makam Sunan Kudus.
Kain mori itu diganti dengan yang baru dengan berbagai bentuk. Adapun bentuk dari kain mori tersebut:
Baca Juga: 4 Larangan Malam 1 Suro, Malam Topo Bisu Penuh Sakral dan Pantangan, Jangan Dilanggar Bahaya
1. Melati
2. Kompol
3. Wiru
4. Unthuk banyu
5. Langitan
6. Klambu
Tradisi ini dilakukan dengan melepas dan dikeluarkannya kain mori dari areal makam menuju bangunan tajuk satu per satu.
Artikel Terkait
Dibangun Wali Songo, Masjid Sang Cipta Rasa di Cirebon Jadi Tempat Sunan Kudus Bunuh Guru Sunan Kalijaga, Kenapa?
'Gusjigang' Sebuah Wasiat Sunan Kudus yang Punya Makna Mendalam untuk Mengubah Hidup
Sempat Untuk Meracuni Wali Songo? Kenali Kuliner Khas Cirebon Buatan Pangeran yang Disiram Pakai Kuah Oncom Hangat
Melirik Kuliner Legendaris Favorit Sunan Kalijaga Wali Songo! Caos Dahar Khas Demak Punya Filosofi di Luar Nalar
Mitos dan Legenda Malam 1 Suro, Dipercaya Akan Datangnya Sosok Penting Pelindung Masyarakat Jawa
5 Fakta Malam 1 Suro yang Sering Dianggap Mistis, Awal Bulan Muharram Tak Boleh Keluar Rumah hingga Gelar Pesta?